Pemilahan Sampah di RT 04 Tamangapa Libatkan Seluruh Unsur, Kini Jadi Percontohan

Rabu 05-08-2026,14:22 WIB
Reporter : Muh. Seilessy
Editor : Muh. Seilessy

 

“Intinya tidak ada yang berjalan sendiri. Semua lembaga kami integrasikan, termasuk kolaborasi dengan kelurahan dan SKPD terkait. Dengan kebersamaan seperti itu, program lebih mudah dijalankan,” tuturnya.

 

Ia mengungkapkan, gerakan pemilahan sampah mulai berkembang setelah kawasan tersebut mendapat sosialisasi dari pegiat lingkungan Mashud Azikin ketika pembentukan bank sampah di kompleks tersebut.

 

Setelah itu, berbagai kegiatan edukasi terus dilakukan, mulai dari sosialisasi pembuatan eco-enzyme dari rumah ke rumah hingga lomba kebersihan antarblok.

 

“Sejak sosialisasi itu kami mulai bergerak. Kami mengadakan edukasi eco-enzyme ke rumah-rumah, sehingga membuat kesadaran masyarakat perlahan mulai tumbuh,” jelasnya.

 

Meski demikian, Nirma mengakui belum seluruh warga memiliki kebiasaan memilah sampah setiap hari, sehingga proses edukasi terus dilakukan secara berkelanjutan.

 

“Belum semua warga konsisten memilah sampah. Kadang semangatnya naik, kadang turun lagi. Karena itu edukasi harus terus berjalan,” ujarnya.

 

Namun, ia menilai kebijakan pemilahan sampah yang mulai diterapkan pada 1 Agustus 2026 memberikan dampak nyata terhadap peningkatan volume sampah organik yang berhasil dipisahkan dari sumbernya.

 

“Sebelum 1 Agustus biasanya sampah organik yang terkumpul hanya sekitar seperempat hingga setengah karung. Setelah kebijakan berlaku, dalam sehari bisa mencapai dua karung. Itu menunjukkan semakin banyak warga yang mulai memilah sampah,” katanya.

Kategori :