“Kota Makassar adalah kota yang sejak dahulu dikenal sebagai kota yang terbuka, kota yang dihuni oleh masyarakat dari berbagai latar belakang suku, agama, budaya, dan etnis. Perbedaan tersebut tidak boleh menjadi sekat di antara kita,” katanya.
“Justru melalui keberagaman itulah kita membangun persatuan, toleransi, gotong royong, dan kehidupan sosial yang harmonis,” lanjut Munafri.
Ia juga menyebut keluarga besar PSMTI telah menjadi bagian penting dalam perjalanan pembangunan Kota Makassar. Kontribusi masyarakat Tionghoa Indonesia, kata dia, tidak hanya terlihat dalam bidang ekonomi, tetapi juga sosial, pendidikan, budaya, dan kemasyarakatan.
“Kontribusi masyarakat Tionghoa Indonesia, baik dalam bidang ekonomi, sosial, pendidikan, budaya maupun kemasyarakatan, merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kemajuan kota kita,” jelasnya.
Karena itu, Munafri berharap kegiatan seperti FunWalk dapat terus dilaksanakan dan dikembangkan. Ia ingin kegiatan tersebut tidak berhenti sebagai agenda seremonial, tetapi menjadi ruang untuk memperkuat komunikasi dan kolaborasi antara pemerintah, organisasi kemasyarakatan, dunia usaha, dan seluruh elemen masyarakat.
Menurutnya, pembangunan kota membutuhkan keterlibatan seluruh komponen masyarakat. Pemerintah tidak dapat bekerja sendiri untuk mewujudkan Makassar yang aman, nyaman, inklusif, dan berdaya saing.
Dalam momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI, Munafri juga mengajak masyarakat memaknai kemerdekaan melalui karya, kepedulian, persatuan, dan kontribusi nyata bagi bangsa serta daerah.
“Semangat kemerdekaan harus kita wujudkan dalam kehidupan sehari-hari. Mari kita jaga Kota Makassar agar tetap menjadi kota yang aman, damai, toleran, inklusif, dan nyaman bagi seluruh masyarakat,” ujarnya.