Untuk mengikuti Makassar Move, masyarakat terlebih dahulu harus memperbarui aplikasi Lontara+. Setelah itu, pengguna dapat memilih banner Makassar Move yang tersedia di dalam aplikasi dan mengikuti kegiatan yang sedang berlangsung.
Saat ini, Makassar Move masih berada pada tahap early access melalui Makassar Move Virtual Run Event. Tahap tersebut dilakukan untuk menghimpun masukan sekaligus mengevaluasi penggunaan fitur sebelum dikembangkan lebih lanjut.
“Statusnya saat ini masih early access untuk mengumpulkan masukan dan evaluasi dari masyarakat,” kata Andi Gita.
Ia menjelaskan, peserta Makassar Move wajib memiliki KTP Makassar. Verifikasi identitas akan dilakukan ketika penentuan pemenang.
Event perdana Makassar Move berlangsung selama tiga minggu. Durasi tersebut disiapkan agar masyarakat memiliki waktu untuk mengenal dan terbiasa menggunakan fitur baru tersebut.
Dalam penilaian, tidak terdapat batasan jarak lari minimal maupun maksimal. Poin akan dihitung berdasarkan tingkat keaktifan peserta, jarak tempuh lari, serta jumlah laporan yang dikirimkan.
“Tidak ada batasan jarak minimal atau maksimal. Penilaian murni berdasarkan keaktifan, jarak tempuh lari, dan jumlah aduan. Poin aduan memiliki bobot yang cukup besar,” jelasnya.
Melalui Makassar Move, masyarakat juga didorong untuk menjadi lebih aktif melaporkan persoalan yang ditemukan saat berolahraga.