Keluar dari Golkar dapat menjadi momentum kebebasan politik bagi Appi.
Selama berada di Golkar, ruang gerak Appi tentu dipengaruhi oleh dinamika internal, faksionalisme, dan konfigurasi elite partai. Jika kemudian ia berpindah ke partai yang memberikan ruang politik lebih luas, daya geraknya dapat menjadi lebih lincah.
Pada titik itu, lawan-lawan politik Appi di masa depan justru harus menghitung ulang kekuatannya.
Sebab, Appi bukan politisi yang lahir dari satu momentum.
Ia telah mengalami kekalahan, bertahan, membangun kembali basis, kemudian memenangkan pertarungan.
Karena itu, satu hal yang perlu diingat dalam membaca perjalanan politik Munafri Arifuddin: jangan remehkan Appi.