Selain itu, Pemkab Gowa melakukan penyelarasan surat penugasan pejabat pelaksana, keputusan pejabat pengelola keuangan serta kewenangan administrasi yang berkaitan dengan proses pembayaran.
Aspek teknis Sistem Informasi Pemerintahan Daerah Republik Indonesia (SIPD-RI) juga menjadi bagian pembahasan.
Penyesuaian administrator dan akses sistem akan dilakukan setelah terdapat kepastian mengenai pejabat yang memiliki kewenangan secara administratif.
Dengan demikian, persoalan SIPD-RI bukan menjadi hambatan utama. Penyesuaian sistem akan mengikuti dokumen dan legalitas pejabat yang telah ditetapkan.
Khusus proses cut-off Setwan, Firdaus memastikan pihaknya terus melakukan koordinasi agar tahapan tersebut segera diselesaikan.
Pria berbadan tinggi yang juga menjabat Kadis Sosial Kabupaten Gowa itu menegaskan pembayaran gaji ASN harus segera ditangani karena menyangkut hak ribuan ASN dan kebutuhan keluarga mereka.
“Kami upayakan besok (maksudnya Rabu hari ini,red) pihak Inspektorat sudah melaksanakan cut-off di kantor Sekwan sehingga proses pembayaran gaji sekali lagi dapat diselesaikan secepatnya” tegas Firdaus.
Menurutnya, penyelesaian cut-off tersebut menjadi bagian penting untuk memperlancar tahapan administrasi pembayaran gaji.
“Pemerintah daerah tentu memahami bahwa gaji ini menyangkut kebutuhan ASN dan keluarganya. Karena itu, penyelesaiannya menjadi prioritas dan akan kita percepat, tetapi tetap harus melalui mekanisme dan kewenangan yang sah,” katanya.
Di sisi lain, proses pemeriksaan terhadap pejabat yang sebelumnya dibebaskan sementara dari tugas jabatan tetap berjalan sesuai ketentuan disiplin ASN.
Dengan demikian, proses pemeriksaan dan penyelesaian pembayaran gaji dilakukan secara paralel.
Pemkab Gowa berharap dengan hampir seluruh data ASN telah disetorkan SKPD dan proses cut-off Setwan dapat diselesaikan, seluruh tahapan administrasi pembayaran gaji dapat segera dituntaskan.
"Pemerintah daerah memastikan proses tersebut terus dikebut agar hak keuangan 10.992 ASN Gowa dapat segera dibayarkan sesuai ketentuan yang berlaku," tandas Firdaus.(rus)