Sejumlah pihak yang terlibat antara lain Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat), Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Lingkungan Hidup, pemerintah kecamatan dan kelurahan, TNI, relawan, serta Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pompengan Jeneberang.
Dukungan juga datang dari sejumlah perusahaan melalui penyediaan armada truk dan tenaga untuk memperkuat operasi distribusi air bersih.
“Masalah kekeringan ini tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri. Harus dilakukan secara kolaboratif, secara bersama-sama, karena ini persoalan kita, persoalan Kota Makassar,” tegas Fadli.
BPBD secara berkala mengevaluasi titik distribusi, kapasitas armada, ketersediaan sumber air, tandon, selang, mesin, dan peralatan pendukung lainnya.
Pemkot Siapkan Sumur Bor
Selain distribusi air bersih sebagai langkah darurat, Pemerintah Kota Makassar menyiapkan solusi jangka panjang untuk mengurangi ketergantungan terhadap pasokan air menggunakan armada tangki.
Fadli mengatakan Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin telah mengarahkan Dinas Pekerjaan Umum menyiapkan pembangunan sumur bor dalam di sejumlah wilayah yang membutuhkan.
Sumur bor tersebut diharapkan dapat memperkuat ketersediaan sumber air sekaligus mendukung sistem penyediaan air minum (SPAM) di wilayah terdampak kekeringan.