Kanal Jongaya dan Politik Persampahan yang Selalu Datang Terlambat

Minggu 13-09-2026,12:18 WIB
Oleh: Fuad

Oleh: Mashud Azikin

 

DISWAY, SULSEL - Minggu pagi, 13 September 2026, warga kembali mendatangi Kanal Jongaya, Makassar. Mereka tidak datang karena kanal itu telah berubah menjadi destinasi wisata air. Mereka juga tidak sedang menyaksikan air yang tiba-tiba sebening mata air pegunungan.

 

Mereka datang untuk memperingati World Cleanup Day.

 

PERMABUDHI Makassar bersama Yayasan Butta Porea Indonesia menggelar kegiatan bertajuk “Bersama dalam Kebajikan”. Kegiatan itu diisi dengan senam, edukasi pemilahan sampah, pelatihan eco-enzyme, urban farming, serta aksi penuangan eco-enzyme ke Kanal Jongaya.

 

Pemandangan tersebut tentu menggembirakan. Warga bergerak, komunitas hadir, organisasi keagamaan mengambil bagian, dan perguruan tinggi ikut berpartisipasi.

 

Namun, di balik kegiatan yang penuh semangat itu, ada pertanyaan yang seharusnya lebih sering diajukan dalam setiap agenda persampahan di kota ini:

 

Mengapa sampah selalu datang lebih cepat daripada kebijakan?

 

Pertanyaan itu penting karena persoalan sampah Makassar tidak kekurangan kegiatan. Yang masih kurang adalah kemampuan mengubah berbagai kegiatan tersebut menjadi sistem yang mampu mencegah sampah sejak dari sumbernya.

Kategori :