PADA kamis minggu lalu, perhatian kita-bahkan dunia- tertuju pada sebuah pulau terpencil Halmahera di Maluku Utara. Saat itu, Presiden Prabowo Subianto meresmikan proyek hilirisasi nikel dan ekspor perdana baterai kendaraan listrik di Kawasan Industri Weda Bay (IWIP), kabupaten Halmahera Tengah (Halteng).
Presiden Prabowo sendiri yang meluncurkan ekspor perdana itu: lewat pelabuhan Weda Bay. Peristiwa itu sekaligus menandai Indonesia resmi ekspor baterai mobil listrik.
Melihat video acara itu, seperti biasa Presiden dalam pidato sambutannya mengabsen sejumlah tokoh dan pejabat dari pusat maupun daerah yang hadir. Termasuk Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda Laos.
Yang juga cukup menarik perhatian saya sosok pria berpakaian dinas putih-putih.Presiden menyebut, “Yang saya hormati Bupati Halmahera Tengah saudara Ikram Malan Sangadji…….,” yang langsung disambut riuh tepuk tangan. Disampingnya duduk Ubaid Yakub, Bupati Halmahera Timur.
Hari itu menandai peristiwa bersejarah bagi Ikram- begitu ia biasa dipanggi-. Tak hanya bagi Halteng juga Indonesia. Dari Weda Bay ada empat jenis baterai yang diekspor.
Pertama, baterai lithium NMC (Nickel Manganese Cobalt). Bahan bakunya nikel, mangaan dan kobalt. Semua ada di Halmahera.
Kedua, baterai LFP --Lithium Fero Posphat. Bahan bakunya lithium, besi dan posphat. Tiga-tiganya tidak ditemukan di Halmahera.
Kenapa tidak ada bahan baku LFP tapi bisa produksi dan ekspor? Itu karena bahan bakunya didatangkan ke Halmahera dari negara lain.
“Karena di Weda Bay fasilitas untuk pengolahannya sudah ada. Infrastrukturnya lengkap,” ujar Ikram .
Selain ekspor dua jenis baterai tadi, Weda Bay juga ekspor bahan baku baterai ke Tiongkok.
Bagi saya, kabar itu menyingkap lorong panjang kenangan. Saya pertama kali mengenal Ikram bukan ketika tanda pangkat sudah bertengger di pundaknya. Saya mengenalnya saat masih asisten deputi level di Kemenko bidang Kemaritim dan Investasi (Marves) yang kala itu dipimpin LBP. Sebelumnya ia Kepala Balai Kawasan Konservasi Perairan di Kupang, NTT.
Perkenalan berawal beberapa tahun silam, ketika pria kelahiran Ternate 31 Maret 1969 ini diundang sabagai salahsatu panelis dalam acara diskusi akhir tahun yang digelar Ikatan Sarjana Kelautan (ISLA) Universitas Hasanuddin di Jakarta.
Usai acara itu Ikram turun ke lantai satu dan kami bersalaman dikenalkan rekan Agus Adjar Bantung (alm).
"Kawan ini calon Plt Bupati di Halmahera.., " celutuk Agus menunjuk ke arah Ikram. Ia sendiri hanya tersenyum sembari berkata "Aminn.. ".