<strong>diswaysulsel.com, MAKASSAR</strong> -- Menjuarai Liga 1 2022-2023 tidak berarti <a href="https://diswaysulsel.com/psm-makassar-pecah-rekor-tak-terkalahkan-persib-bandung/">PSM</a> langsung bisa memiliki stadion sebagai markas di Makassar. Hingga kini masih sebatas angan-angan. Setidaknya, ada dua stadion untuk menjadi markas bagi klub sepak bola kebanggaan masyarakat Sulsel. Yakni, Stadion Barombong dan Mattoanging. Menyoal <a href="https://sulawesi.bisnis.com/read/20220516/539/1533605/stadion-barombong-mangkrak-pemkot-makassar-berminat-ambil-alih">Stadion Barombong</a>, pembangunan aset Pemprov Sulsel tersebut masih terkendala legalitas dari PT Gowa Makassar Tourism Development (GMTD). Begitu pula <a href="https://sulselprov.go.id/welcome/post/menanti-wajah-stadion-mattoanging-di-era-prof-andalan">Stadion Mattoanging</a>, yang sudah rata dengan tanah. Hingga kini terbengkalai. Padahal, rancangan awalnya berkapasitas 40 ribu penonton dengan anggaran Rp1 triliun lebih. Proyek desain tersebut telah menelan anggaran hingga Rp20 miliar. Menanggapi realisasi pembangunan dua stadion yang belum juga menampakkan kepastian itu, Wakil Ketua Komisi A DPRD Sulsel Bidang Pemerintahan, Arfandy Idris menilai, Pemprov Sulsel dalam hal ini tidak serius. Tinggal tahap penyelesaian, Stadion Barombong tampak terbiarkan begitu saja. Sama halnya Stadion Mattoanging. "Percuma ribut-ribut, tidak ada langkah konkret. Kalau saya menilai tidak ada sama sekali keinginan, jadi percuma. Ada sarana tinggal dipoles sedikit, Barombong, kenapa tidak diselesaikan. Berarti memang tidak ada keinginan untuk membangun sebuah stadion kepentingan masyarakat," ucap Arfandy. Legislator dari Partai Golkar itu pun menyebutkan, indikator lain Pemprov Sulsel tidak serius membangun Stadion Mattoanging terlihat dari kucuran anggaran Rp66 miliar lebih. Menurut Arfandy, kucuran anggaran Rp66 miliar itu berpotensi bersoal hukum di kemudian hari. "Pasti bersoal hukum, karena total los itu namanya. Memang dianggarkan (Rp66 miliar), tapi apakah bisa dikerjakan? Cuman memang tidak bisa realisasi, kalau realisasi itu masalah hukum, total los, tidak sesuai dengan perencanaannya. Perencanaannya inikan Rp1,2 triliun, masa anggarannya 66 miliar, itu masalah hukum kalau terealisasi," bebernya. Sementara Anggota Komisi C DPRD Sulsel Bidang Keuangan, Usman Lonta mengaku, bahwa seluruh DPRD Sulsel kompak mendukung Pemprov Sulsel untuk merealisasi anggaran. "Beberapa tahun anggaran ini selalu setujui masuk dalam APBD, tetapi kendala tekhnis Pemprov ini di luar kendali kita. Kebijakan anggaran kami di DPRD kompak untuk mengeksekusi," imbuhnya. (*)
Pemprov Sulsel Dinilai Ogah-ogahan Bangun Stadion
Selasa 04-04-2023,08:20 WIB
Reporter : admin
Editor : admin
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Kamis 09-07-2026,14:05 WIB
8 Besar PD 2026 Prancis vs Maroko, Laga Sarat Dendam
Jumat 10-07-2026,09:08 WIB
Tekuk Maroko 2-0, Prancis Ulang Kemenangan Manis Piala Dunia 2022
Kamis 09-07-2026,15:02 WIB
Tender Stadion Untia Dimulai, Proyek Rp350 Miliar Berkapasitas 17 Ribu Penonton
Kamis 09-07-2026,17:05 WIB
Sekretariat DPRD Makassar Hadirkan 'SiAkses', Tingkatkan Transparansi Keuangan
Terkini
Jumat 10-07-2026,11:24 WIB
Temui Munafri, Pemkab Brebes Pelajari Strategi Pemkot Makassar Tingkatkan PAD
Jumat 10-07-2026,11:07 WIB
Wali Kota Makassar Hadiri Peringatan 400 Tahun Syekh Yusuf Al-Makassary di UIM Al-Gazali
Jumat 10-07-2026,11:02 WIB
Dekranasda Makassar Dorong Perajin Naik Kelas Lewat Coaching Clinic dan Pameran Kriya Etnik
Jumat 10-07-2026,11:00 WIB
Lawan Kecanduan Gawai, Orang Tua dan Anak di Makassar Merajut Kriya Lontar Bersama
Jumat 10-07-2026,10:56 WIB