Kondisi Kesehatan Memburuk, Purna Praja STPDN 01 di Takalar Kecewa Terhadap Alumni

Kamis 21-09-2023,20:01 WIB
Reporter : Muhammad Fadly
Editor : Muhammad Fadly

<strong>diswaysulsel.com, TAKALAR </strong>- Air diminum serasa duri, nasi dimakan serasa sekam, sebuah pepatah klasik tersebut nampaknya dialamatkan pada sosok ASN bernama Amiluddin Barlian yang tak lain adalah Purna Praja STPDN angkatan 1. Kak Ami' demikian mantan Sekretaris KPUD Takalar ini disapa tengah butuh support dari orang terdekatnya termasuk orang yang pernah menimba ilmu dengannya. Saat ini, Amiluddin Barlian harus terpuruk dari hingar bingar dunia pemerintahan setelah kondisi badan mulai memburuk, badannya kurus dan mulai membungkuk, beruntung sebuah tongkat kecil masih setia memapah langkahnya yang kian tertatih. "Yah, beginilah kondisi saya saat ini, kesehatan fizik mulai menurun drastis, semua ini pengaruh usia yang kian senja dan banyaknya beban pikiran yang tidak kian menentu," kata Purna Praja STPDN 01 ini usai melaksanakan Solat Azar disebuah mesjid terdekat dari kediamannya, Kamis (21/9/2023). Sekedar diketahui, saat ini Amiluddin Barlian, masih tercatat sebagai seorang Birokrasi sejati lingkup pemkab Takalar, sosoknya yang dikenal ramah nan santun telah mengantarkan dirinya menempati berbagai jabatan. Takdir dan dewi Fortuna mulai beranjak pamit dari kehidupan Sang Purna Praja senior itu kala dirinya harus dinon aktifkan oleh mantan Bupati Syamsari Kitta kala itu dirinya mengemban amanah sebagai Sekretaris KPUD Takalar beberapa tahun lalu. "Saya telah bertugas dan mengabdikan diri sebagai abdi negara kurang lebih 30 tahun. Angkatan pertama STPDN itu termasuk memiliki banyak pengalaman bertugas. Malang melintang didunia birokrasi dengan berbagai jabatan strategis," tutur Amiluddin Barlian sembari matanya berkaca kaca. Meski kondisinya tidak seperti dulu, tetapi tercermin dari raut wajahnya sebuah harapan untuk berkiprah kembali menapaki asa dipengujung masa tugasnya. Sekali tatapan matanya sayu menatap hampa tak berujung, kala desah napas pemmbicaraannya mulai dengan ungkapan rasa syukurnya atas nikmat dan hidup yang masih diberikan kepadanya, meski katanya, Ia tak seberuntung teman seangkatan dan adik-adik alumni STPD atau sekarang disebut IPDN. "Alhamdulillah hidup tetap disyukuri, meski saya tak seberuntung teman dan adik-adik seangkat yang lagi menitih karir. Sekarang saya fokus mendekatkan diri kepada pemilik kehidupan. karena, saya percaya setiap hal yang menimpa adalah kehendakNya dan kita hanya bisa bersabar dan memetik hikmah," ucap Amiluddin Barlian sembari memperlihatkan foto profilnya saat masih aktif sebagai TNI Selain bercerita tentang elegi kehidupan pribadinya, ia mengaku kecewa dengan almamaternya. menurutnya, menjadi alumni dan mantan praja STPDN atau IPDN bukanlah hal yang perlu dibanggakan. Baginya, dalam perjalanan meniti karier institusi itu tidak lagi berarti. Ia juga menyinggung oknun alumni yang hanya sibuk untuk diri dan gerbong masing-masing, mereka lebih memilih loyal pada kekuasaan dibanding empati dengan rekan seperjuangan. "Saya hanya mau berpesan bahwa alumni atau teman seangkatan tidaklah cukup berguna dalam kondisi saat ini, mereka semua sibuk dengan karir masing-masing. Istilah senior junior hanya sekedar sapaan belaka. Ada juga oknum sesama Purna yang saling menghujat dan menikung. Itu yang buat saya tidak begitu bersimpati dengan istilah alumni atau purna praja," ungkapnya Diakhir cerita, Alumni Jatinangor yang familiar dengan panggilan Haji Rowa, kembali mengingatkan kepada para alumni atau purna praja agar tidak terlalu euphoria dengan pangkat dan jabatan, karena menurutnya itu hanyalah kesenangan yang sementara. Ia berharap kisah hidupnya ini dapat menjadi pelajaran untuk adik-adik atau teman seangkatan yang saat ini lagi ditampuk kekuasaan. "Tidak usah terlalu bangga atau bahagia dengan jabatan, semua ada masanya. Jabatan itu amanah dan sumber fitnah kalau tidak dijalankan dengan baik. Jabatan jugalah yang akan menjerumuskan kekebinasaan," tutup Haji Rowa diujung perbincangannya. (Adlan)

Tags :
Kategori :

Terkait