MRR mengklaim, ASS menghadirkan pemerintahan yang bersih. Sayangnya, klaim ini juga terbantahkan dengan sendirinya oleh fakta defisit anggaran di Sulsel selama andalannya memegang kendali.
Defisit anggaran merupakan bukti nyata adanya kesalahan dalam tata kelola pemerintahan. Jika ditelisik lebih jauh, boleh jadi ada indikasi korupsi dalam bengkalai memalukan yang tersebut.
MRR juga menuding, Pemkot Makassar selama dua periode kepemimpinan Danny Pomanto, berdasarkan informasi yang dihimpun tidak sedikit pejabatnya yang tersandung kasus korupsi.
Dimana terbaru, ada nama mantan Kepala Dinas Sosial (Dissos) Kota Makassar berinisial MT yang ditetapkan tersangka oleh Polda Sulsel atas dugaan korupsi Bansos Covid-19.
Di sini MRR salah lagi. Kadissos MT berkasus saat Makassar belum ada Wali Kota defenitif pasca kemenangan kotak kosong. Justru saat memenangkan Pilwalkot berikutnya, Danny berkomitmen membongkar kasus itu.
Bukan kali ini saja MRR menyajikan informasi publik yang keliru dan menyesatkan. Sebelumya klaim pertumbuhan ekonomi Sulsel juga salah diinterpretasikannya. Semoga Palson 02 tidak dirugikan oleh rangkaian apologi MRR yang menggelikan ini. ***