RMS Efek, Alasan Kiki Tinggalkan NasDem Gabung PSI
--
DISWAY SULSEL — Eks Ketua NasDem Sulawesi Selatan, Rusdi Masse Mappasessu (RMS) yang hijrah ke Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mulai diikuti mantan kadernya.
Terbaru, mantan Bendahara Fraksi Partai NasDem DPRD Sulawesi Selatan periode 2019–2024, Rezki Mulfiati Lutfi, resmi bergabung dengan PSI.
Bergabungnya mantan calon Wakil Wali Kota Makassar tersebut ditandai dengan pemasangan jaket PSI oleh Ketua Umum DPP PSI Kaesang Pangarep saat penutupan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) PSI di Hotel Claro Makassar, Sabtu (31/1/2026).
Rezki mengungkapkan ketertarikannya bergabung ke PSI salah satunya karena efek sosok Rusdi Masse (RMS) yang selama ini ia kagumi juga telah lebih dulu bergabung. RMS sebelumnya menjabat Ketua DPW NasDem Sulsel sekaligus Wakil Ketua Komisi III DPR RI Fraksi NasDem.
“Karena sosok bos saya, Pak RMS, saya pindah ke sini (PSI). Soal pencalonan nanti, apakah DPRD Sulsel atau DPR RI, saya belum tahu. Masih panjang waktunya. Intinya bagaimana kita membesarkan PSI di Makassar,” ujar Rezki.
Ia juga menyebut ayahnya, Lutfi Halide, turut bergabung dan menerima jaket PSI pada kesempatan yang sama. “Bapak saya juga sudah pakai jaket PSI, supaya sama-sama berjalan,” tambahnya.
Rezki menegaskan belum memikirkan jabatan di PSI maupun rencana pencalonan pada pemilu atau pilkada mendatang. Ia menyatakan siap mengikuti arahan pimpinan partai.
Selain Rezki, Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep juga memasangkan jaket PSI ke enam tokoh lainnya.
Enam tokoh tersebut yakni Hendra Joni, Bupati Pesisir Selatan dua periode sekaligus mantan Ketua DPW NasDem Sumatera Barat; Lutfi Halide, mantan Wakil Bupati Soppeng 2019–2024 dan ayah Rezki Mulfiati; Vera Firdaus, mantan anggota DPRD Pinrang 2014–2019 dan DPRD Sulsel 2019–2024.
Selain itu, Ikrar Kamaruddin, mantan anggota DPRD Sulsel 2014–2019; Muhammad Asrul, Ketua Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) periode 2022–2025; serta ulama dan tokoh agama Prof. Al Habib Syarif Husain.
Nama-nama tersebut dipanggil satu per satu untuk naik ke panggung dan dikenakan jaket PSI secara bergantian oleh Kaesang.
Dalam sambutannya, Kaesang tampak terharu hingga tak mampu menahan tangis. Ia bahkan mengaku kesulitan membaca teks pidato yang telah disiapkan.
“Saya jujur harus membaca pidato ini, tapi saya tidak bisa, mohon maaf. Hanya satu hal yang saya janjikan kepada teman-teman semua, bahwa PSI akan menjadi partai besar di kemudian hari,” ujar Kaesang.
Ia juga meminta seluruh kader dan tokoh yang bergabung untuk bekerja keras dan saling bergotong royong demi mewujudkan cita-cita partai.(*)
Sumber:

