DPRD Kota Makassar
PEMKOT MAKASSAR

Skema Kolaborasi Hadapi Dampak El Nino di Gowa

Skema Kolaborasi Hadapi Dampak El Nino di Gowa

Kepala Pelaksana BPBD Gowa, Wahyuddin Mapparenta--

GOWA, HARIAN DISWAY-----Prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) tentang potensi El Nino di Indonesia yang diperkirakan terjadi pada musim kemarau tahun ini jadi atensi pemerintah. Termasuk Pemkab Gowa. Saat ini, Gowa telah siaga  menghadapi dampak El Nino.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gowa, Wahyuddin Mappagio menyampaikan, fenomena El Nino berpotensi menyebabkan kekeringan panjang. Juga cuaca panas yang ekstrem. Kondisi ini, kata Wahyuddin diperkirakan terjadi hingga Oktober 2026 mendatang. 

“Beberapa dampak yang bisa terjadi seperti kebakaran hutan dan lahan, krisis air bersih, gangguan hasil pertanian, dan kesehatan,” sebut Wahyuddin dalam keterangan persnya Sabtu (2/5/2025).

BPBD Gowa pun, lanjut Wahyuddin telah menyiapkan sejumlah langkah antisipasi dalam menghadapi dampak El Nino tersebut. Di antaranya dengan melaksanakan kegiatan kesiapsiagaan. Termasuk mengeluarkan kebijakan penetapan status siaga darurat kekeringan.

Selain itu, BPBD Gowa juga akan melakukan pemantauan atau patroli rutin di wilayah rawan kebakaran hutan. Kemudian menyiapkan air bersih di lokasi yang dianggap masuk wilayah kekeringan ekstrem. 

Antisipasi dampak El Nino itu dilaksanakan BPBD Gowa dengan skema kolaborasi lintas sektor. Seperti dengan Perumda AM Tirta Jeneberang, pemerintah kecamatan, kelurahan dan desa. Pun kerja sama dengan masyarakat dan media.

“Pada intinya, kita semua kolaborasi menghadapi dampak El Nino ini. Baik pemerintah, masyarakat dan media. Kita bersama-sama mensosialisasikan langkah-langkah antisipasi,” imbuhnya.

Penguatan koordinasi dengan BMKG, Kementrian Kehutanan dan instansi terkait lainnya, tambah Wahyuddin juga terus dilakukan.

"Koordinasi itu terutama dalam menyusun kesiapsiagaan fenomena El Nino, serta penyiapan anggaran belanja tidak terduga untuk penanganan cepat dari dampak yang ditimbulkan," tandas Wahyuddin.(rus)

Sumber: