32 Besar Piala Dunia 2026, Samurai Biru Percaya Diri Jumpa Brazil
32 BESAR--- Pemain Jepang, Ito Itakura dan penyerang Brazil, Neymar. Kedua negara akan bertarung hidup mati di fase 32 besar Piala Dunia 2026 Selasa 30 Juni dini hari--
HOUSTON, HARIAN DISWAY---Fase knockout atau KO (babak 32 besar) Piala Dunia 2026 bakal menyajikan laga-laga seru. Salah-satunya duel Jepang kontra Brazil di Houston Stadium, Selasa 30 Juni 2026 dini hari.
Samurai Biru julukan Jepang percaya diri menghadapi Samba yang nota bene merupakan tim kandidat juara Piala Dunia 2026.
Bagi Jepang, laga melawan Brazil di fase knockout Piala Dunia 2026 merupakan pertandingan terpenting dalam sejarah sepak bola negeri Matahari Terbit itu.
Laga ini menjadi momentum bagi Jepang untuk memenangkan fase knockout sepanjang sejarah keikutsertaannya di Piala Dunia.
Apalagi di beberapa pertemuan, Jepang kerap merepotkan Brazil. Terakhir kali berhadapan dengan Brazil pada Oktober 2025 lalu, Jepang tampil secara mengesankan dengan mengalahkan Selecao 3-2.
Kemenangan dalam pertandingan persahabatan itu menjadi keunggulan pertama Jepang atas Brasil dalam 14 pertemuan. Setelah itu, anak asuh Hajime Moriyasu juga mengalahkan Inggris.
Fakta itu, menjadi motivasi bagi Jepang menghadapi Brazil di babak 32 besar Piala Dunia 2026. Ditambah sejauh ini di Piala Dunia 2026, Jepang juga menunjukkan performa apik.
Menurut Sports Mole, sepak terjang Jepang dalam beberapa pertandingan terakhir menggarisbawahi kredibilitas mereka sebagai kuda hitam potensial di Piala Dunia 2026.
Dimana Jepang bermain imbang 2-2 melawan Belanda di laga awal Grup F, kemudian membabat Tunisia 4-0, lalu seri 1-1 melawan Swedia pada laga terakhir fase grup.
Sejak pertama kali tampil di fase gugur Piala Dunia pada 2002, Jepang belum pernah sekalipun memenangi pertandingan knockout.
Pada edisi 2002, ketika menjadi co-host bersama Korea, mereka dibungkam Turkiye 0-1 di depan pendukung sendiri. Lalu pada 2010 di Afrika Selatan, Jepang disingkirkan Paraguay lewat adu penalti.
Hal itu terulang pada 2022 di Qatar. Mereka juga dilibas Kroasia lewat adu penalti setelah hanya bisa bermain imbang 1-1.
Yang paling menyakitkan, edisi Piala Dunia 2018 di Rusia. Melawan Belgia, Jepang sudah leading 2-0 di babak kedua. Namun, mereka akhirnya kalah 2-3 setelah Belgia membalas hingga injury time.
Pelatih Jepang, Hajime Moriyasu menegaskan bahwa ini akan menjadi pertandingan yang sangat berbeda dan Brasil punya motivasi membalas kekalahan.
Sumber:

