BPBD Makassar Perluas Distribusi Air Bersih, Capai 157 Titik
--
Menurut Fadli, pola operasi tersebut dirancang agar penanganan kekeringan tidak berjalan statis. Distribusi air terus disesuaikan dengan kondisi aktual di lapangan sehingga pelayanan dapat dilakukan secara cepat, terukur, dan adaptif.
“Ketika jumlah titik kebutuhan meningkat, kapasitas operasi juga akan ditingkatkan,” ujarnya.
“Jadi, 157 titik hari ini bukan sekadar angka, tetapi menggambarkan semakin luasnya jangkauan pelayanan pemerintah dalam menghadapi dampak kekeringan,” sambung Fadli.
Libatkan Lintas Instansi
Distribusi air bersih dilakukan secara kolaboratif dengan melibatkan sejumlah organisasi perangkat daerah dan lembaga terkait.
Selain BPBD, operasi tersebut melibatkan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat), Palang Merah Indonesia (PMI), Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), Perusahaan Umum Daerah Air Minum (PDAM), pemerintah kecamatan dan kelurahan, serta relawan.
Kolaborasi lintas sektor tersebut dilakukan untuk mempercepat penyaluran air bersih ke wilayah yang membutuhkan.
Fadli menegaskan kebutuhan masyarakat selama masa tanggap darurat dapat berubah dari hari ke hari. Karena itu, kapasitas dan pola distribusi akan terus dikembangkan berdasarkan kondisi di lapangan.
Sumber:

