DPRD Kota Makassar
PEMKOT MAKASSAR

Stadion Untia, Janji Politik, dan Warisan untuk Makassar

Stadion Untia, Janji Politik, dan Warisan untuk Makassar

Bagi Munafri Arifuddin, pembangunan Stadion Untia bukan hanya tentang menghadirkan sebuah bangunan baru\. Ada pertanyaan yang jauh lebih besar: warisan seperti apa yang hendak ditinggalkan kepada Kota Makassar--

Oleh: Mashud Azikin

Pendiri Komunitas Manggala Tanpa Sekat

 

DISWAY, SULSEL - Mencintai sebuah kota tidak cukup dengan mengucapkan kata-kata. Kecintaan kepada kota pada akhirnya diuji melalui apa yang dikerjakan ketika seseorang diberi kesempatan untuk memimpinnya.

 

Di situlah pembangunan Stadion Untia menjadi lebih dari sekadar proyek infrastruktur bagi Makassar. Stadion tersebut menjadi pertaruhan apakah sebuah janji politik dapat diterjemahkan menjadi sesuatu yang benar-benar dirasakan masyarakat.

 

Bagi Munafri Arifuddin, pembangunan Stadion Untia bukan hanya tentang menghadirkan sebuah bangunan baru. Ada pertanyaan yang jauh lebih besar: warisan seperti apa yang hendak ditinggalkan kepada Kota Makassar?

 

Makassar adalah kota dengan ingatan panjang. Sejarahnya tersimpan di jalan-jalan, pelabuhan, pasar, lorong permukiman, pesisir, hingga sepak bola.

 

Bagi masyarakat Makassar, PSM bukan sekadar kesebelasan yang bertanding selama 90 menit. PSM merupakan bagian dari ingatan keluarga dan identitas kota.

 

Seorang ayah membawa anaknya ke stadion. Seorang kakek menceritakan pertandingan yang pernah disaksikannya puluhan tahun lalu. Anak-anak muda mengenakan jersey merah dengan kebanggaan yang sulit dijelaskan kepada mereka yang tidak pernah merasakan atmosfer sepak bola Makassar.

Sumber: