DPRD Kota Makassar
PEMKOT MAKASSAR

Dinkes Makassar Catat 7.940 Kasus ISPA, Kelompok Rentan Diminta Waspada

Dinkes Makassar Catat 7.940 Kasus ISPA, Kelompok Rentan Diminta Waspada

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kota Makassar, dr. Andi Mariani, MH, M.Kes (paling kiri)--

Berdasarkan data kumulatif hingga 14 Oktober, tercatat sebanyak 7.940 kasus ISPA. Jika jumlah tersebut diproyeksikan hingga akhir bulan dengan asumsi tren kasus relatif stabil, angka kasus diperkirakan berada pada kisaran 15.000 kasus lebih.

 

Meski demikian, Andi Mariani menegaskan bahwa pihaknya belum dapat menyimpulkan bahwa kondisi kualitas udara yang memburuk, termasuk yang diduga berkaitan dengan kebakaran, menjadi penyebab langsung kasus ISPA yang tercatat.

 

Menurutnya, ISPA dapat dipicu oleh berbagai faktor. Karena itu, diperlukan pemantauan lebih lanjut untuk mengetahui perkembangan kasus dan kemungkinan keterkaitannya dengan kondisi lingkungan.

 

“Kami belum bisa langsung menyimpulkan bahwa kasus ISPA yang terjadi merupakan dampak langsung dari kondisi udara akibat kebakaran. Sebab, ada banyak faktor lain yang juga dapat memicu terjadinya ISPA,” katanya.

 

Polusi Udara Berpotensi Memperburuk Penyakit Penyerta

 

Andi Mariani menjelaskan, kualitas udara yang tidak sehat tetap perlu diwaspadai karena berpotensi memengaruhi kesehatan masyarakat. Paparan polusi udara tidak hanya dapat mengganggu saluran pernapasan, tetapi juga berpotensi memperburuk kondisi kesehatan orang yang memiliki penyakit penyerta atau komorbid.

 

Menurutnya, paparan udara yang tidak sehat dapat memicu munculnya gangguan kesehatan pada seseorang yang sebelumnya tidak menunjukkan gejala. Kondisi tersebut juga berpotensi memperburuk penyakit yang sebelumnya berada dalam keadaan stabil.

 

“Ketika kualitas udara tidak sehat, penyakit yang sebelumnya tidak menunjukkan gejala bisa saja muncul. Begitu pula penyakit penyerta yang sebelumnya stabil, berpotensi mengalami perburukan akibat paparan udara yang tidak sehat,” ungkapnya.

Sumber: