DPRD Kota Makassar
PEMKOT MAKASSAR

Dinkes Makassar Catat 7.940 Kasus ISPA, Kelompok Rentan Diminta Waspada

Dinkes Makassar Catat 7.940 Kasus ISPA, Kelompok Rentan Diminta Waspada

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kota Makassar, dr. Andi Mariani, MH, M.Kes (paling kiri)--

DISWAY, SULSEL — Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Makassar mencatat 7.940 kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) hingga 14 Oktober 2026. Peningkatan kewaspadaan terhadap gangguan pernapasan menjadi perhatian di tengah kondisi kualitas udara Kota Makassar yang tidak sehat dalam beberapa waktu terakhir.

 

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kota Makassar, dr. Andi Mariani, MH, M.Kes, mengatakan ISPA merupakan salah satu penyakit yang rutin ditemukan dan dilaporkan oleh puskesmas.

 

Dalam tiga bulan terakhir, jumlah kasus ISPA di Makassar tercatat berada pada kisaran 15.000 kasus lebih setiap bulan. Penyakit tersebut juga secara konsisten masuk dalam 10 penyakit terbanyak yang dilaporkan di fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama.

 

“Selama ini, kasus ISPA memang rutin tercatat di puskesmas. Dalam tiga bulan terakhir, jumlahnya berada pada kisaran 15.000 kasus lebih per bulan. ISPA juga termasuk dalam 10 penyakit terbanyak yang dilaporkan puskesmas,” ujar Andi Mariani.

 

Ia menjelaskan, sejak 1 Oktober 2026, Dinkes Makassar mulai menerapkan pemantauan kasus ISPA melalui pencatatan harian di puskesmas. Langkah tersebut dilakukan untuk mengetahui perkembangan kasus sekaligus mengidentifikasi kemungkinan peningkatan jumlah penderita di tengah memburuknya kualitas udara.

 

Sebelumnya, laporan kasus ISPA direkapitulasi setiap bulan. Namun, kondisi udara yang mulai menjadi perhatian masyarakat sejak akhir September mendorong pemantauan lebih intensif.

 

“Sejak 1 Oktober, puskesmas mulai menggunakan data harian. Tujuannya untuk melihat sejauh mana perkembangan kasus ISPA dan apakah terjadi peningkatan jumlah kasus atau tidak,” jelasnya.

 

Sumber: