AI Tidak Sedang Bermain Dadu
Faisal Hamdan, Jurnalis dan peneliti independen--Dokumentasi pribadi
Saat menelusuri berbagai artikel lain, saya juga membaca kisah yang sering diceritakan dalam dunia AI. Kisah itu tentang sistem permainan Go milik DeepMind bernama AlphaGo. Pada tahun 2016, AlphaGo bertanding melawan grandmaster Go dunia, Lee Sedol. Dalam salah satu pertandingan, AI itu melakukan sebuah langkah yang sangat aneh. Banyak komentator mengira itu kesalahan.
Namun beberapa langkah kemudian, semua orang menyadari bahwa langkah tersebut justru sangat brilian. Langkah itu tidak pernah diprogram secara eksplisit oleh manusia. Ia muncul dari pembelajaran jutaan pola permainan. Dan saat itu menjadi salah satu momen penting dalam sejarah teknologi: pertama kalinya mesin mampu mengalahkan pemain Go terbaik dunia.
Di sinilah perbedaan antara kebetulan dan pembelajaran pola menjadi jelas. Kebetulan hanya menghasilkan kemungkinan yang sudah ada. Pembelajaran pola membuka kemungkinan yang sebelumnya tidak terlihat. Karena itu, mungkin AI memang tampak seperti sedang bermain dadu.
Tetapi sebenarnya ia sedang melakukan sesuatu yang jauh lebih aneh dan lebih menarik. Ia sedang membaca struktur permainan itu sendiri.
Dan ketika seseorang memahami struktur sebuah permainan cukup dalam, ia tidak lagi sekadar menunggu angka yang keluar. Ia mulai melihat kemungkinan-kemungkinan yang tersembunyi di balik angka itu. Mungkin di situlah kegelisahan kita terhadap AI sebenarnya bermula. Bukan karena ia bermain dadu. Tetapi karena ia mulai memahami permainan.(**)
Sumber:

