DPRD Kota Makassar
PEMKOT MAKASSAR

Pemkot Makassar Perluas Akses Pendidikan Lewat Sekolah Swasta Gratis

Pemkot Makassar Perluas Akses Pendidikan Lewat Sekolah Swasta Gratis

--

DISWAY, SULSEL - Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026 di Kota Makassar mencatatkan sejarah baru. 

 

Proses penerimaan siswa tahun ini dinilai berlangsung lebih tertib, aman, dan minim polemik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. 

 

Bahkan, Pemerintah Kota Makassar melalui Dinas Pendidikan baru-baru ini meraih Penghargaan Apresiasi Komitmen Wajib Belajar 13 Tahun dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) Republik Indonesia pada Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) Mei 2026.

 

Tidak hanya berhasil menjaga transparansi selama tahapan seleksi, Pemerintah Kota Makassar lewat Dinas Pendidikan juga menghadirkan solusi konkret bagi siswa yang belum berhasil lolos ke sekolah negeri.

 

Melalui kolaborasi dengan 55 sampai 67 sekolah swasta, Pemkot Makassar memastikan tidak ada anak yang kehilangan kesempatan memperoleh pendidikan hanya karena keterbatasan daya tampung sekolah negeri. 

 

Bahkan, biaya pendidikan bagi siswa yang diterima di sekolah swasta mitra tersebut akan ditanggung pemerintah, sehingga orang tua tidak lagi terbebani biaya sekolah.

 

Kebijakan ini menjadi terobosan baru dalam pelaksanaan SPMB 2026. Selain menciptakan proses penerimaan yang lebih kondusif. 

 

Langkah tersebut juga menunjukkan komitmen Pemerintah Kota Makassar untuk menjamin akses pendidikan yang merata bagi seluruh anak usia sekolah, sekaligus menjawab persoalan klasik keterbatasan kuota di sekolah negeri.

 

Tak hanya itu, di tengah berbagai tantangan yang mewarnai dunia pendidikan, pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 di daerah lain, di Kota Makassar dinilai berjalan lebih tertib, transparan, dan kondusif dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. 

 

Keberhasilan tersebut tidak lepas dari peran Dinas Pendidikan Kota Makassar di bawah kepemimpinan Kepala Dinas Pendidikan, Achi Soleman, yang berfokus pada pembenahan tata kelola layanan pendidikan serta memastikan seluruh proses berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.

 

Di tengah mencuatnya isu dugaan praktik jual beli jabatan kepala sekolah yang ramai diperbincangkan di media sosial, Achi tetap memusatkan perhatian pada pelaksanaan tugasnya sebagai pimpinan Dinas Pendidikan, karena tidak terlibat pada persoalan tersebut. 

 

Achi Soleman, sama sekali tidak mengetahui maupun terlibat dalam praktik yang kini menjadi perhatian publik tersebut.

 

Sejak awal dirinya berkomitmen menjalankan seluruh arahan dan amanah Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, agar setiap proses di lingkungan Dinas Pendidikan, baik seleksi calon kepala sekolah maupun pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB), dilaksanakan secara jujur, adil, transparan, akuntabel, dan sesuai ketentuan yang berlaku.

 

Komitmen tersebut, kata Achi, menjadi pedoman utama dalam menjalankan tugasnya sebagai Kepala Dinas Pendidikan. 

 

Karena itu, tidak pernah memberikan ruang ataupun instruksi yang bertentangan dengan mekanisme resmi, termasuk praktik yang mengarah pada pungutan atau transaksi dalam proses pengisian jabatan kepala sekolah.

 

Saat ini, berbagai program strategis, mulai dari pengawasan pelaksanaan SPMB hingga penyediaan akses pendidikan melalui kerja sama dengan puluhan sekolah swasta bagi siswa yang tidak tertampung di sekolah negeri, terus dijalankan sebagai bentuk komitmen memberikan pelayanan pendidikan yang optimal kepada masyarakat.

 

Seluruh kebijakan yang dijalankan Dinas Pendidikan Kota Makassar mengacu pada peraturan perundang-undangan dan mekanisme yang berlaku. 

 

Sementara itu, terkait isu yang berkembang, Pemerintah Kota Makassar telah menyerahkan penanganannya kepada Inspektorat untuk dilakukan pemeriksaan sesuai prosedur, sehingga proses tersebut dapat berjalan secara objektif dan profesional. 

 

Sebanyak 55 sekolah swasta yang telah resmi bergabung dalam program sekolah gratis tersebut yakni:

 

1. SMP Buq Atun Mubarakah (Biringkanaya)

2. SMP Muhammadiyah 9 (Biringkanaya)

3. SMP Sawerigading (Bontoala)

4. SMP Ma'rif Makassar (Bontoala)

5. SMP Anak Indonesia (Bontoala)

6. SMP IRNAS (Bontoala)

7. SMP Tridharma Makassar

8. SMP Ittihad (Makassar)

9. SMP Muhammadiyah 13 (Makassar)

10. SMP Muhammadiyah 14 (Makassar)

11. SMP YP PGRI I Kijang (Makassar)

12. SMP Kristen Kondo Sapata (Makassar)

13. SMP Islam Al-Izhar Cendekia (Makassar)

14. SMP YP PGRI 4 Makassar (Mamajang)

15. SMP YP PGRI Disamakan (Mamajang)

16. SMP LPP UMI (Mamajang)

17. SMP YP PGRI 3 (Mamajang)

18. SMP Makassar Raya (Mamajang)

19. SMP Kartika (Manggala)

20. SMP Nurul Muttahid (Manggala)

21. SMP Amanah Nusantara (Manggala)

22. SMP Reformasi (Manggala)

23. SMP Citra Mulia (Manggala)

24. SMP Sanur (Manggala)

25. SMP Harapan Bhakti (Manggala)

26. SMP Bajiminasa (Mariso)

27. SMP Muhammadiyah 5 (Mariso)

28. SMP Tutwuri (Panakkukang)

29. SMP Dharma (Panakkukang)

30. SMP Maha Putra Tello (Panakkukang)

31. SMP Saribuana Makassar (Rappocini)

32. SMP Tujuhlima (Tallo)

33. SMP Datuk Ribandang (Tallo)

34. SMP Islam Cokroaminoto (Tallo)

35. SMP Syekh Muhsamman (Tallo)

36. SMP Muhammadiyah 10 (Tallo)

37. SMPS Prasetya (Tamalanrea)

38. SMPIT Darurrahman (Tamalanrea)

39. SMP Laniang (Tamalanrea)

40. SMP Tamalatea Disamakan (Tamalate)

41. SMP Yavend Bongaya (Tamalate)

42. SMP Bahri Wahid (Tamalate)

43. SMP Ki Hajar Dewantara (Ujung Pandang)

44. SMPIT Insan Cendekia (Biringkanaya)

45. SMP Kristen Kalam Kudus (Bontoala)

46. SMP Islam Mesjid Raya (Bontoala)

47. SMP Muhammadiyah 12 (Rappocini)

48. SMP Cokroaminoto (Tallo)

49. SMP IT Multazam 45 (Tamalanrea)

50. SMPIT Khalifah Islamic School (Tamalate)

51. SMP Pundarika (Ujung Pandang)

52. SMP Protestan (Ujung Pandang)

53. SMP Muhammadiyah 2 (Ujung Tanah)

54. SMP DDI Al-Irsyad (Ujung Tanah)

55. SMP Trisakti (Wajo).

56.

Sumber: