Dosen Fisip Kalsel: Singgung Dana Alutsista Rp700 Triliun, Penampilan Anies Terkesan Cari Panggung

<p dir="ltr"><strong><a href="https://diswaysulsel.com">diswaysulsel.com</a></strong> – Pada Debat Ketiga di Istora Senayan, Capres 01 Anies Baswedan mengkritik Kementerian Pertahanan yang dipimpin capres 02 Prabowo Subianto yang memiliki anggaran Rp700 triliun tetapi hanya mampu membeli alutsista bekas.</p> <p dir="ltr">Pernyataan Anies ditanggapi Nasrullah, dosen Pendidikan Sosiologi Universitas Lambung Mangkurat, Banjarmasin, yang menyatakan data Anies keliru.</p> <p dir="ltr">“Anies tidak bisa mengeksplorasi dana yang Rp700 triliun,” kata Nasrullah.</p> <p dir="ltr">Menurut Nasrullah, Debat Ketiga terlalu banyak tema yang diangkat, sehingga tidak ada yang tuntas. Termasuk soal klaim Anies.</p> <p dir="ltr">“Waktu yang pendek mempengaruhi Prabowo tidak bisa menjawab,” tambahnya.</p> <p dir="ltr">Selain itu, lanjut Nasrullah, Capres 01 Anies yang langsung menyerang Capres 02 Prabowo terbaca hanya ingin mengusai panggung.</p> <p dir="ltr">“Memang terlihat Anies ingin menguasai panggung. Penampilan mereka biasa saja tidak panas,” tambahnya.</p> <p dir="ltr">Sementara itu, pengamat politik Uniska Banjarmasin, Jainuddin Nasrullah, juga menyatakan klaim Anies terhadap dana Kemenhan Rp700 triliun untuk membeli alutsista bekas tidak akurat.</p> <p dir="ltr">“Sebenarnya dana Kementerian Pertahanan ini (untuk beli alutsista) hanya mencapai seratusan triliun,” ujarnya.</p> <p dir="ltr">Jainuddin menyebut Rp700 triliun adalah anggaran untuk 5 tahun.</p> <p dir="ltr">“Mungkin itu maksudnya dana 5 tahun. Tapi kalau hal tersebut diutarakan untuk belanja alutista, jelas sangat keliru. Data dari mana?” tambahnya.</p> <p dir="ltr">Berdasarkan Cek Fakta Tempo, pernyataan Anies tentang anggaran Kementerian Pertahanan Rp 700 triliun untuk membeli alutsista bekas adalah keliru.</p> <p dir="ltr">Pada Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (R-APBN) <a href="tel:20202024">2020-2024</a>, anggaran Kementerian Pertahanan sebesar Rp131,9 triliun. Sedangkan untuk program modernisasi alat utama sistem senjata (alutsista), non-alutsista, serta sarana dan prasarana pertahanan senilai Rp 35,88 triliun.(*)</p> <p dir="ltr"> </p>
Sumber: