Diduga Kerja Asal-asalan, Proyek Irigasi Desa Barugaya Takalar Retak Sebelum Digunakan

<strong>diswaysulsel.com, TAKALAR </strong>- Pengerjaan rehabilitasi jaringan irigasi di Lembangloe Desa Barugaya, kecamatan Polongbangkeng Utara, Kabupaten Takalar, Sulsel, nampaknya dikerja asal-asalan. Rehabilitasi jaringan irigasi yang menelan anggaran Rp 1,5 milar yang bersumber dari dana alokasi khsusus (DAK) tahun 2024 tersebut dinilai dikerja asal jadi sehingga jauh dari harapan. Salah satu warga setempat yang ditemui dilokasi pekerjaan Jumat (19/7) mengatakan, rehabilitasi jaringan irigasi yang dikerjakan oleh CV Nur Khaliza dengan jangka waktu pekerjaan 180 hari kalender betul-betul tidak membawa manfaat. Justru menurut dia, hasil dari rehabilitasi malah akan membahayakan warga sekitar. Misalnya, kata dia, dilihat dari konstruksi pekerjaan, sangat jelas kelihatan bahwa pekerjaan tersebut tidak ada galian pondasi, inilah yang menyebabkan terjadinya retakan pada konstruksi bangunan. "Kami masyarakat sekitar cukup prihatin melihat pengerjaan rehabilitasi irigasi ini, biasanya kontruksi bangunan tidak akan kuat dan tahan lama karna pertama tidak adanya galian pondasi, kedua dari segi campuran tidak seimbang sehingga terjadi keretakan besar pada bangunan," ujar Warga yang tak ingin disebutkan. Sumber juga belum bisa memastikan apakah pekerjaan ini gagal kontruksi atau tidak karena harus ada ahli yang bicara. “Cuma yang kami juga sayangkan adalah ternyata pekerjaan ini juga melibatkan Kejaksaan Negeri Takalar dalam hal pendampingan, terus peran kejaksaan disini dimana sampai bisa dikerja tanpa sesuai RAB," sambungnya. Akibat kejadian itu, ia pun sangat menyayangkan adanya proyek pembangunan rehabilitasi diwilayahnya yang jutru dikerjakan asal-asalan apalagi dengan menggunakan anggaran DAK. Sementara penanggungjawab proyek tersebut belum berhasil dikonfirmasi sampai berita ini tayang. (Syahrir)
Sumber: