DPRD Kota Makassar
PEMKOT MAKASSAR

Bongkar Dugaan Pungli Kepsek, Suryama Mengaku Dapat Peringatan: Hati-hatiki Nanti Dibaliki'

Bongkar Dugaan Pungli Kepsek, Suryama Mengaku Dapat Peringatan: Hati-hatiki Nanti Dibaliki'

Kepala Sekolah UPT SPF SD Inpres Malimongan Baru, Suryama, mengaku sempat mendapat peringatan dari rekan sesama kepala sekolah setelah video dirinya soal dugaan pungutan liar (pungli) dalam pengisian jabatan kepala sekolah viral di media sosial.--

DISWAY, SULSEL — Kepala Sekolah UPT SPF SD Inpres Malimongan Baru, Suryama, mengaku sempat mendapat peringatan dari rekan sesama kepala sekolah setelah video dirinya soal dugaan pungutan liar (pungli) dalam pengisian jabatan kepala sekolah viral di media sosial.

 

“Ada teman sesama Kepala Sekolah yang mengingatkan saya agar berhati-hati nanti dibaliki ki' Katanya, nanti persoalan ini bisa berbalik kepada saya,” ujar Suryama kepada wartawan usai menghadiri Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi D DPRD Kota Makassar, Senin (29/6/2026).

 

Saat ditanya apakah peringatan tersebut berasal dari pejabat, pihak dinas, atau lingkungan sekolah, Suryama menjelaskan bahwa orang yang menghubunginya merupakan sesama kepala sekolah.

 

“Itu dari teman sesama kepala sekolah. Dia tidak mengancam, tetapi hanya mengingatkan agar saya berhati-hati karena persoalan ini bisa berbalik kepada saya,” katanya.

 

Menurut Suryama, dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) di DPRD Kota Makassar, Yunus sempat membantah tuduhan yang dialamatkan kepadanya dan mengaku merasa dijebak.

 

Namun, Suryama membantah tudingan tersebut. Ia menegaskan tidak memiliki kepentingan apa pun untuk menjebak Yunus.

 

“Ternyata Pak Yunus memang mengelak dan merasa dirinya dijebak. Saya tegaskan, saya tidak punya kepentingan apa pun untuk menjebak Pak Yunus. Untuk apa saya menjebak dia? Saya juga tidak ingin menjadi Kepala Bidang GTK. Jadi, untuk apa saya menjebak orang?” tegasnya.

 

Suryama juga mengaku mendapat dukungan dari anggota DPRD Makassar agar tidak takut menyampaikan keterangan yang diketahuinya. Bahkan, menurut dia, DPRD berkomitmen memberikan pendampingan apabila persoalan tersebut berlanjut ke proses hukum.

 

“Alhamdulillah, tadi Bapak-Bapak dewan mengatakan, ‘Jangan takut, kami dari dewan akan melindungi Ibu.’ Bahkan mereka akan memfasilitasi pertemuan saya dengan Bapak Kapolda untuk memulihkan dan meluruskan persoalan antara saya dengan Pak Yunus,” tutupnya.

 

Diketahui, Kepala Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Dinas Pendidikan Kota Makassar, Muh Yunus Sanusi, mengakui pernah didatangi seorang kepala sekolah yang membawa amplop putih ke ruang kerjanya.

 

Pengakuan itu disampaikan Yunus saat memberikan klarifikasi terkait video viral yang menyeret namanya dalam isu dugaan jual beli jabatan kepala sekolah. (*)

Sumber: