Inggris kemudian merespons dengan permainan yang lebih agresif. Upaya tersebut membuahkan hasil pada menit ke-55. Berawal dari bola liar yang diamankan Rice, Rogers mengirim umpan silang matang ke dalam kotak penalti.
Anthony Gordon berhasil lolos dari kawalan Nahuel Molina sebelum menyambut bola dan menaklukkan Emiliano Martinez. Inggris pun unggul 1-0.
Gol tersebut membuat Argentina meningkatkan intensitas serangan. Mereka terus menekan pertahanan Inggris, tetapi lini belakang The Three Lions masih tampil disiplin.
Pada menit ke-58, Argentina hampir menyamakan kedudukan ketika Fernandez mengirim umpan kepada Giuliano Simeone. Namun peluang emas itu digagalkan tekel sempurna Djed Spence tepat sebelum Simeone melepaskan tembakan.
Scaloni kemudian melakukan sejumlah pergantian pemain. Nicolas Gonzalez, Rodrigo De Paul, Nicolas Otamendi, Gonzalo Montiel, dan akhirnya Lautaro Martinez dimasukkan untuk menambah daya gedor tim.
Tekanan Argentina semakin meningkat memasuki 20 menit terakhir. Alexis Mac Allister dan Nicolas Gonzales dua-duanya mengancam gawang Jordan Pickford. Tapi gagal menyamakan skor.
Di sisi lain, pelatih Inggris Thomas Tuchel memilih memperkuat lini belakang dengan memasukkan Ezri Konsa, Daniel Burn, dan Nico O'Reilly. Keputusan itu membuat Inggris lebih banyak bertahan dan kehilangan ancaman serangan balik.
Tekanan tanpa henti Argentina akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-85. Messi menerima bola di sisi kiri sebelum memberikan umpan kepada Fernandez.
Dari luar kotak penalti, Fernandez melepaskan tembakan melengkung yang bersarang di sudut kiri bawah gawang Pickford untuk menyamakan kedudukan menjadi 1-1.
Gol tersebut semakin membangkitkan semangat juara bertahan. Inggris yang terus ditekan kesulitan keluar dari wilayah pertahanannya.
Saat pertandingan memasuki masa tambahan waktu, Argentina akhirnya membalikkan keadaan. Pada menit ke-90+2, setelah Mac Allister lebih dulu melepaskan tembakan yang membentur tiang, bola kembali dikuasai Messi.
Kapten Argentina itu mengangkat umpan lambung akurat ke depan gawang yang disambut sundulan Lautaro Martinez. Bola meluncur melewati Pickford dan membawa Argentina unggul 2-1
Gol itu menjadi pukulan telak bagi Inggris. Tuchel sempat memasukkan Ivan Toney dan Marcus Rashford sebagai upaya terakhir mengejar ketertinggalan, tetapi pertahanan Argentina mampu bertahan hingga peluit panjang dibunyikan.
Di sisa waktu, pertandingan kembali diwarnai ketegangan setelah Jude Bellingham menjatuhkan Messi dan memicu adu argumen antarpemain. De Paul juga menerima kartu kuning karena terlibat dalam insiden tersebut.
Hingga peluit akhir berbunyi, Inggris gagal menciptakan peluang berbahaya. Argentina pun menutup pertandingan dengan kemenangan dramatis 2-1 sekaligus memastikan langkah ke final Piala Dunia 2026.(rus)