Ia tidak melihat petugas membuka kantong tersebut.
Ia tidak melihat proses pemilahan.
Ia tidak melihat pemulung yang bekerja di antara bau, lalat, dan benda-benda tajam.
Ia tidak melihat keluarga yang hidup di sekitar TPA.
Ia juga tidak melihat sungai yang perlahan menerima sampah yang gagal kita kelola.
Karena itu, seseorang bisa merasa tidak melakukan kesalahan selama akibat dari perbuatannya tidak kembali kepadanya.
Di sinilah persoalan sampah berubah menjadi persoalan etika.
Lingkungan tidak bekerja berdasarkan batas administrasi manusia.