Dari Sanro ke Neural Network: Sebuah Meditasi Filosofis
--
Dan dititik ini, tradisi dan teknologi menjadi dua cara untuk merayakan ketergantungan kita pada dunia yang selalu lebih banyak daripada apa yang bisa kita hitung atau kita ritualkan.
Mungkin itu sebabnya, dalam keheningan paling sunyi, kita akhirnya mengerti, bahwa Sanro dan neural network bukan hanya dua bentuk pengetahuan, tetapi dua cara dunia menyadari dirinya melalui tubuh manusia dan melalui arsitektur mesin.
Dan keduanya, dengan caranya sendiri, adalah cermin bagi kenyataan yang sama, bahwa dunia tidak meminta untuk dipahami, tetapi cukup untuk didengarkan.(*)
Sumber: opini penulis

