DPRD Kota Makassar
PEMKOT MAKASSAR

Negeri Waras

Negeri Waras

Andi Muhammad Jufri Praktisi Pembangunan Sosial--

Oleh: Andi Muhammad Jufri

Praktisi Pembangunan Sosial

 

Kita baru saja memasuki tahun 2026.  Harapan baru ingin kita raih dan jalani. Kita berharap dapat  membangun negeri dengan alam yang indah, mozaik keragaman yang penuh persaudaraan, kesejahteraan dan keadilan yang merata dari pusat kota yang metropolitan, sampai ke desa dan pulau yang tertinggal, terluar, dan termiskin.

Dengan alam negeri dan keanekaragaman hayati, kita memiliki pondasi membangun negeri yang indah (beautiful country). Sebuah negeri yang secara fisik kuat,  tidak mudah keropos, apalagi tenggelam dalam lumpur dan air bah, yang menyisakan duka kehilangan harta dan orang-orang tercinta, hanya karena kelengahan, kepongahan, keserakahan dan kedunguan segelintir pemilik kuasa dan duit. 

Dengan mozaik keragaman yang penuh sejarah persaudaraan, kita juga memiliki pondasi humanisme membangun negeri yang indah (beautiful country). Sebuah negeri secara sosial budaya memiliki kultur persatuan, persaudaraan, gotong royong, kesetiakawanan sosial, saling menghargai, toleran, penuh kekeluargaan, dan bermotto "Bhinneka Tunggal Ika". Sebuah negeri yang seharusnya jauh dari konflik, kekerasan, kebencian,  mispersepsi, keringnya jerami sosial, kebisingan di media sosial dan masih banyaknya jalur "gaza" (lokasi perang antar kelompok/tawuran) di metropolitan sampai pelosok negeri. 

Dengan sumber daya alam yang kita miliki dan kemandirian mengelola negeri selama 80 tahun merdeka, kita berpeluang dan berkesempatan membangun negeri, memakmurkan dan mensejahterahkan rakyat secara adil dan merata. Sebuah negeri merdeka, penuh perjuangan yang berani dan pengorbanan yang suci,  akan selalu mengutamakan kepentingan rakyat dan tidak pernah meninggalkan rakyat yang dilanda kemiskinan, rakyat yang menderita dilanda bencana, rakyat yang kurang perhatian karena minoritas dan rakyat yang berada dalam kondisi "buah simalakama" karena jepitan utang dan ketidakberuntungan. 

Dengan pilihan demokrasi yang berlandaskan Pancasila dan UUD 1945, kita memiliki  pilihan pemimpin nasional dan daerah yang berkualitas. Dengan "nakhkoda" dan "choach" (sang manager), yang lahir dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat, seharusnya tercipta kebijakan dan  hubungan humanis antara pemimpin dan rakyat, lahir kebijakan politik yang mensejahterahkan rakyat, dan lahir kebijakan yang "welas asih" kepada rakyat.

Dengan "sumpah" pengabdian menjalankan amanah rakyat pada setiap pergantian pimpinan dan pejabat negeri, semangat integritas dan pengabdian tanpa batas, tidak mengeluh, bahkan "pantang pulang sebelum menang" adalah komitmen dan janji suci mengabdi dan bertugas membangun negeri. Para abdi negeri, seharusnya menjadi tauladan rakyat yang tidak  mudah tergoda dengan kegenitan KDM (kuasa, duit dan mesra),  tauladan rakyat  yang mendengar dan responsif  terhadap pesan dan  " kode rakyat" (demo), dan tauladan yang amanah karena memahami bahwa kuasa ada batasnya. 

Semoga tahun 2026 ini, kita bisa menata negeri secara waras dan lebih baik lagi. Berbagai peristiwa tahun 2025, hendaknya menjadi  pembelajaran berharga membangun jalan perubahan negeri. Kita ingin, "Ibu Pertiwi" tersenyum. Kita ingin memuliakan dan menghargai para pejuang,  pahlawan dan guru negeri yang telah mengorbankan waktu, tenaga, pikiran, harta dan nyawa mereka.

Kita butuh se-negeri membangun negeri. Kita butuh kolaborasi, kebersamaan, dan kerjasama mengisi ruang kreatifitas di tanah dan air  ribuan pulau. Kita berbeda warna, kata, narasi, opini, dan aksi, tapi satu tujuan menjaga keseimbangan dan kelurusan jalannya bahtera negeri. Kita bising di berbagai media online dan diinteraksi berbagai pertemuan offline, namun dinamika itu, membentuk pelangi yang indah dan mengharmonikan kehidupan negeri. Dengan kewarasan akal sehat,  berpikir positif dan  berprasangka baik, bahwa seluruh anak negeri, melakukan semua itu, karena semangat yang dilandasi kecintaan kepada negeri yang satu tumpah darah, satu tanah air, satu bangsa, dan satu bahasa, Indonesia.  Semoga dengan negeri yang waras, kita bisa mewujudkan cita dan harapan negeri yang damai, adil, makmur, dan sejahtera. Aamiin

 

Selamat Tahun Baru 2026

Sumber: