DPRD Kota Makassar
PEMKOT MAKASSAR

Rapuhnya Benteng Sosial "Anak" Negeri

Rapuhnya Benteng Sosial

Andi Muhammad Jufri Praktisi Pembangunan Sosial--

Kita berharap tidak ada lagi kasus seperti YBS (Ngada, NTT)  dan  Ajeng (Sukabumi Jawa Barat) di masa akan datang di negeri ini. Anak-anak kita adalah generasi harapan yang perlu kita tumbuhkan secara sehat, pintar, ramah dan sholeh.

Menumbuhkan mereka tidak bisa hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. Kita butuh semua menjadi ayah, ibu, kakak, dan  sahabat bagi semua anak. Mata, telinga, rasa empati, peduli, dan langkah aksi menyapa, bercakap,  membantu dan menolong apapun yang dapat menggembirakan, menyenangkan,  memulihkan dan memenuhi kebutuhan hak dari anak-anak kita, adalah kewajiban kta semua. 

Jangan biarkan air mata  kesedihan anak negeri, berlinang dan jatuh membasahi pipi mereka. Jangan biarkan pikiran anak-anak negeri,  melayang tanpa arah dan kehilangan harapan. Jangan biarkan hati dan perasaan anak-anak negeri menjadi gundah, kecewa dan sedih. Jangan biarkan fisik anak-anak negeri menjadi kurus kering kekurangan makan dan minuman yang bergizi. Jangan biarkan tempat bermain dan berinteraksi bagi anak-anak negeri menjadi rawan kekerasan, perundungan dan pelecehan seksual. 

Kita perlu gerakan bersama dan konsisten membangun keramahan sejati bagi anak-anak negeri. Kita perlu ruang bersama sebagai tempat interaksi yang mendidik sikap, prilaku, dan gaya hidup anak yang sehat, pintar, ramah dan sholeh.  Kita perlu program yang membuat orang tua peduli, berdaya, bertanggung jawab dan mendidik anak dengan penuh kasih sayang. Kita perlu proses pembangunan yang melahirkan masyarakat yang memiliki kesetiakawanan sosial, gotong royong, responsif, pro aktif, dan penuh persaudaraan tanpa batas. Kita butuh negeri yang mempastikan semua anak negeri aman, tenteram, dan sejahtera. Kita ingin negeri yang membangun jiwa dan raga rakyatnya. 

Dengan perhatian, perencanaan, pelaksanaan pembangunan yang memperkuat benteng dan ketahanan sosial bagi kehidupan anak negeri, kita dapat berharap generasi harapan negeri lahir dan tumbuh dengan kegembiraan (happy), tanpa ada yang tertinggal (no one left behind), apalagi mengambil "jalan gelap/jalan bodoh" (kezaliman) mengakhiri hidup sendiri.

Sumber: