DPRD Kota Makassar
PEMKOT MAKASSAR

Mitos Beban Ganda dan Masa Depan Persampahan Makassar

Mitos Beban Ganda dan Masa Depan Persampahan Makassar

Mashud Azikin Pemerhati Persampahan Kota Makassar, Pegiat Ecoenzym --

Botol plastik dapat didaur ulang.

Kertas dapat kembali menjadi bahan baku.

Limbah berbahaya harus diperlakukan secara khusus.

Ketika semuanya dicampur, seluruh nilai itu ikut terkubur.

Ada pula yang berpendapat bahwa kebijakan ini memberatkan masyarakat kecil karena harus membeli empat tong sampah.

Argumen itu terdengar dramatis, tetapi tidak sepenuhnya berpijak pada kenyataan.

Di lorong-lorong Makassar, inovasi justru lahir dari kesederhanaan. Karung beras bekas, ember cat, kardus, hingga keranjang plastik yang sudah retak, semuanya bisa menjelma menjadi wadah pemilahan. Kesadaran ekologis tidak pernah ditentukan oleh mahalnya fasilitas, melainkan oleh kemauan untuk mengubah kebiasaan.

Yang lebih menarik, pemilahan justru membuka pintu ekonomi bagi keluarga prasejahtera.

Botol plastik yang bersih memiliki harga lebih tinggi daripada botol yang tercampur sisa makanan. Kardus kering lebih bernilai daripada kardus yang basah oleh kuah dapur. Kaleng minuman yang dipisahkan sejak awal menjadi aset, bukan beban.

Melalui Bank Sampah di tingkat RT dan RW, banyak keluarga memperoleh tambahan penghasilan dari sesuatu yang sebelumnya dianggap tidak berguna.

Di titik ini, sampah berubah makna. Ia bukan lagi akhir dari sebuah benda, melainkan awal dari nilai ekonomi baru.

Karena itu, sulit mengatakan bahwa kebijakan ini hanya menguntungkan kelompok tertentu. Justru mereka yang hidup paling dekat dengan realitas ekonomi rumah tangga sering kali menjadi pihak yang paling cepat merasakan manfaatnya.

Namun, kritik terhadap pemerintah bukan berarti kehilangan relevansi.

Ada satu syarat yang tidak boleh ditawar.

Jika warga sudah disiplin memilah sampah di rumah, maka pemerintah wajib menjaga disiplin itu hingga ke hilir. Tidak boleh lagi terjadi ironi ketika empat jenis sampah yang telah dipisahkan dengan susah payah akhirnya dilempar ke bak truk yang sama.

Sumber: