Mitos Beban Ganda dan Masa Depan Persampahan Makassar
Mashud Azikin Pemerhati Persampahan Kota Makassar, Pegiat Ecoenzym --
Berpindah menjadi penyakit.
Dan pada akhirnya, kembali kepada manusia dalam bentuk yang lebih mahal.
"Sampahmu Tanggung Jawabmu" sesungguhnya bukanlah slogan tentang sampah.
Ia adalah pelajaran tentang peradaban.
Tentang bagaimana warga belajar menjadi bagian dari solusi, bukan sekadar pelanggan layanan publik.
Karena kota yang bersih tidak pernah lahir hanya dari truk pengangkut yang lebih banyak atau anggaran yang lebih besar. Kota yang bersih selalu dimulai dari kesediaan warganya mengakui bahwa setiap sampah yang mereka hasilkan adalah bagian dari kisah mereka sendiri.
Mungkin inilah mitos terbesar yang selama ini hidup di lorong-lorong Makassar: bahwa membayar retribusi berarti telah menyerahkan seluruh tanggung jawab kepada negara.
Padahal, kota tidak dibangun hanya oleh pemerintah.
Kota dibangun oleh karakter warganya.
Dan barangkali, revolusi lingkungan yang sesungguhnya tidak dimulai di Tempat Pemrosesan Akhir, melainkan di sudut dapur yang sunyi—ketika seseorang memutuskan untuk memisahkan sampahnya, sebelum ia meminta dunia menjadi lebih bersih.
Sumber:

