Kota Bersih Dimulai dari Kekuasaan yang Bersih
Mashud azikin (kiri) bersama ketua TP PKK kota Makassar, Melinda Aksa.--
Ketika Nama Menjadi Komoditas
Dalam klarifikasinya, disebutkan bahwa kerja sama penerbitan dengan Erlangga menyediakan sekitar 1.000 eksemplar gratis untuk program edukasi publik dari sekitar 10.000 eksemplar yang disiapkan.
Di luar alokasi edukasi publik tersebut, penerbit tentu memiliki mekanisme komersialnya sendiri.
Itu merupakan hal yang wajar.
Buku boleh dijual. Penerbit boleh menjalankan bisnis. Masyarakat boleh membeli.
Sekolah pun dapat membeli buku yang memang dibutuhkan melalui mekanisme yang sah.
Yang menjadi persoalan adalah ketika sebuah transaksi dibungkus seolah-olah sebagai kewajiban pemerintah.
Sumber:

