Pesan Menohok  NH ke TP:  Saya Wakil Ketua DPP dan Wakil Ketua Tim Pilkada Pusat

Pesan Menohok  NH ke TP:  Saya Wakil Ketua DPP dan Wakil Ketua Tim Pilkada Pusat

<p dir="ltr"><strong>d<a href="https://diswaysulsel.com">iswaysulsel.com</a></strong> - Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar, Nurdin Halid (NH) memberikan pesan menohok kepada Ketua DPD 1 Partai Golkar Sulsel, Taufan Pawe (TP).</p> <p dir="ltr">Ini seiring adanya pernyataan  TP yang menyebut dirinya lebih berhak dibanding NH, mengomentari  figur  yang bakal didorong 'Partai Beringin' maju di Pilgub Sulsel, November 2024 mendatang.</p> <p dir="ltr">Nurdin Halid yang menjabat Wakil Ketua Personalia Tim Pilkada Partai Golkar Pusat menilai, sebaiknya Taufan Pawe fokus melakukan konsolidasi menghadapi Pilkada Serentak.   Apalagi dominasi Partai Golkar di Sulsel mengalami penurunan pada Pileg 14 Februari lalu.</p> <p dir="ltr">“Saya wakil ketua Tim Pilkada Pusat, dan Golkar itu kolektif kolegial. Jadi saya malu sebetulnya ada Ketua (DPD 1) Golkar tidak tertib organisasi. Tidak ada urusannya  dengan DPD I, saya DPP kok, mencampuri DPD I juga adalah sesuatu yang wajar bagi saya, saya adalah Wakil Ketua Umum DPP Golkar, dan wakil Ketua Tim Pilkada Pusat,” tegas  Nurdin Halid melalui keterangannya, Sabtu, (6/4/2024).</p> <p dir="ltr">Maka dari itu, Nurdin Halid mengingatkan Taufan Pawe,  instrospeksi diri terhadap kepemimpinannya di Golkar Sulsel. Pasalnya,  Partai Golkar Sulsel  tidak mampu mempertahankan dominasinya. Bahkan perolehan kursi DPR RI Partai Golkar,  nyaris  hilang satu, dari empat menjadi tiga.</p> <p dir="ltr">Lalu DPRD Provinsi, meskipun perolehan kursi Golkar meningkat dari 13 menjadi  14, tetapi posisi Ketua diambil alih Partai NasDem yang mengantongi 17 kursi. Lepasnya posisi Ketua dari Golkar  merupakan pertama kali terjadi pasca reformasi.</p> <p dir="ltr">Kemudian keperkasaan Partai Golkar untuk DPRD Kabupaten/Kota di Sulsel  juga tak mampu dipertahankan.</p> <p dir="ltr">Tercatat ada enam Kabupaten/Kota  yang dikuasai Golkar dengan mengantongi posisi Ketua DPRD, digeser oleh partai lain.</p> <p dir="ltr">Antaranya DPRD Kabupaten Luwu Timur, perolehan kursi Golkar  menurun dari tujuh jadi empat. Bahkan partai besutan Airlangga Hartarto itu tidak mendapatkan unsur pimpinan, posisi Ketua diambil alih PDI Perjuangan dengan 10 kursi. Lalu  NasDem tujuh kursi Wakil Ketua I dan PAN lima kursi Wakil Ketua II.</p> <p dir="ltr">Kemudian DPRD Kota Palopo, perolehan kursi Partai Golkar sebenarnya meningkat dari lima menjadi enam. Namun posisi Ketua DPRD diambil alih Partai NasDem yang meraih tujuh kursi.</p> <p dir="ltr">Lalu Kabupaten Enrekang,   Partai Golkar mengalami penurunan enam  kursi jadi empat, akibatnya posisi Ketua diambil alih Partai  NasDem  yang meraih sembilan kursi.</p> <p dir="ltr">Begitupun Kabupaten Bone, perolehan  Golkar menurun dari sembilan  menjadi  enam. Posisi Ketua DPRD  diambil   alih Partai  Gerindra  yang mengantongi delapan kursi.</p> <p dir="ltr">Sama halnya Kabupaten Maros, posisi Partai Golkar yang memegang Ketua DPRD pada Pileg 2019,  dilengserkan oleh PAN yang 12 kursi pada Pemilu 2024.</p> <p dir="ltr">“Ini di Sulsel kalau tidak ada konsesi Partai, ini lampu kuning bagi Partai. Oleh karena itu, DPD I Golkar tidak usah menyalahkan orang lain, konsolidasi saja sekarang dari keterpurukan Partai Golkar di Sulsel,” tukasnya.</p> <p dir="ltr">Sebelumnya, Taufan Pawe   menanggapi komentar Nurdin Halid yang menyarankan  untuk   fokus di DPR RI ketimbang maju di Pilgub, meski telah mendapat surat tugas dari DPP Partai Golkar.</p> <p dir="ltr">Taufan Pawe mengaku ketawa melihat statemen  Nurdin Halid. Bahkan dia percaya diri menyebut, dirinya lebih berkompeten berkomentar terkait Pilgub ketimbang Nurdin Halid.</p> <p dir="ltr">"Saya rasa statemen Nurdin Halid tidak dalam kapasitasnya. Saya lebih berkompeten mengeluarkan statemen sebagai Ketua DPD 1 yang punya kemampuan menilai dari pada dia," kata Taufan Pawe kepada wartawan di kantor DPD 1 Partai Golkar Sulsel, Rabu, (3/4/2024).</p> <p dir="ltr">" Dia (Nurdin Halid) hanya wakil Ketua Bidang Pratama, itu (kerjanya, red) surat - surat namanya. Saya ketawa juga kenapa dia selalu menampilkan dirinya seolah olah dia sebagai penentu, penilai dan lain sebagainya," sambungnya.</p> <p dir="ltr">Bagi Nurdin Halid,  ada tiga kader potensial di internal partai beringin memiliki peluang untuk didorong maju  pada kontestasi Pilgub Sulsel.</p> <p dir="ltr">Mereka adalah, mantan Wali Kota Makassar Ilham Arief Sirajuddin, Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan dan Bupati Luwu Utara Indah Putri Indriani. Di mana ketiga nama ini, telah mendapatkan surat tugas  dari DPP Partai Golkar untuk maju di Pilgub.</p>

Sumber: