Bantah Selewengkan Dana BOS, Kepala SMKN 2 Gowa : Hasil Audit tak Ada Masalah
Kepala SMK Negeri 2 Gowa, Alim Bahri --
HARIAN DISWAY,GOWA---Kepala SMK Negeri 2 Gowa, Alim Bahri uring-uringan. Ia membantah tudingan menyelewengkan dana bantuan operasional sekolah atau BOS sebesar Rp5,8 Miliar.
"Tidak benar itu. Saya tidak merasa menyelewengkan dana BOS sepeserpun. Apalagi Rp5,8 Miliar," ujar Alim Bahri di ruang kerjanya, Kamis (26/2/2026).
Ia menegaskan, penggunaan dana BOS di sekolanya selama ini berjalan sesuai mekanisme. Penggunaan dana BOS itu pun setiap semester diaudit oleh Inspektorat dan BPK. Hasilnya, tak ada masalah apalagi penyelewengan.
"Semua sesuai mekanisme. Setiap semester kami diaudit oleh Inspektorat dan BPK. Hasilnya tak ada masalah," tegasnya.
Bekas Kepala SMK Negeri 6 Makassar itu menerangkan, di sekolah yang dipimpinnya saat ini jumlah siswanya berkisar kurang lebih 1.300 orang. Dengan dana BOS yang dikelola pertahun sekitar Rp1 miliar lebih.
Dana BOS itu, lanjut dia dominan digunakan untuk kegiatan praktek siswa di 8 jurusan yang ada. Meliputi jurusan seni pertunjukan. Mencakup tiga seni. Yakni seni tari, seni musik populer dan karawitan. Kemudian jurusan kuliner, tata busana, tata kecantikan serta desain komunikasi visual atau DKV.
'Di SMK itu kan yang dominan memang praktek. Setiap semester Ketua Jurusan memasukkan proposal. Itu yang diakomodir dalam dana BOS," terang Alim Bahri.
Terkait soal praktek siswa itu menjadi atensi. Agar kegiatan praktek tidak terkendala, Alim Bahri pun membuat terobosan dengan meningkatkan daya listrik. Dari 16 ribu watt menjadi 23 ribu watt. Itupun belum cukup sehingga pihaknya harus menambah menjadi 66 ribu watt.
"16 ribu watt itu tidak cukup. Makanya, awalnya kami tambah 23 ribu watt. Namun, ternyata tidak cukup sehingga kami rapat lagi untuk menambah daya menjadi 66 ribu watt. Langkah ini kita lakukan, karena tidak ingin praktek terkendala hanya persoalan listrik," urainya.
Alim menegaskan, sejak awal diberi amanah menakhodai SMK Negeri 2 Gowa Juni 2023 lalu, dirinya bertekad membawa sekolah ini lebih maju lagi. Walhasil, SMK Negeri 2 Gowa menjadi sekolah favorit.
"Jumlah siswa di awal saya tugas disini itu hanya 900. Alhamdulillah sekarang sudah mencapai 1.300 siswa. Saya dari awal nawaitu. Meski demikian, masih ada saja yang menilai salah, sehingga saya sebagai manusia biasa senantiasa siap mengintropeksi diri," tandasnya.(rus)
Sumber:

