Komisi B DPRD Makassar Temukan Ketimpangan Setoran Parkir, Sebut RM Lango-Lango Bisa Jadi Contoh

Selasa 17-03-2026,16:22 WIB
Reporter : Fuad
Editor : Muh. Seilessy

DISWAY, SULSEL — Komisi B DPRD Kota Makassar menemukan adanya ketimpangan dalam setoran parkir di sejumlah titik, khususnya parkir tepi jalan. Hal itu terungkap dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama PD Parkir dan sejumlah pengusaha, Senin (17/3/2026).

 

Ketua Komisi B DPRD Makassar, Ismail, mengungkapkan bahwa pihaknya menemukan banyak pengusaha besar yang hanya menyetor retribusi parkir dalam jumlah kecil.

 

“Kami menemukan banyak lahan parkir di Kota Makassar, khususnya parkir tepi jalan, yang dibayar oleh pengusaha besar namun hanya menyetor sekitar Rp25.000 hingga Rp45.000 per bulan,” ujar Ismail.

 

Ia mencontohkan salah satu rumah makan kecil di kawasan Pannampu, RM Lango-Lango, yang justru mampu memberikan setoran parkir jauh lebih besar.

 

“Salah satu pengusaha rumah makan kecil di Pannampu, Lango-Lango, mampu menyetor hingga Rp1.000.000 per bulan. Ini bisa menjadi contoh bagi pengusaha lain,” tambahnya.

 

Sementara itu, pemilik RM Lango-Lango Hasbi, menjelaskan bahwa pihaknya telah berupaya kooperatif dalam pengelolaan parkir sejak awal usaha berdiri.

 

“Seperti yang sudah disampaikan dalam rapat Komisi B, di luar retribusi resmi, ada juga setoran langsung dari tukang parkir sebesar Rp300.000 per bulan. Totalnya bisa mencapai lebih dari Rp1 juta setiap bulan,” ujar Hasbi

 

Ia menjelaskan bahwa saat ini RM Lango-Lango baru memiliki satu cabang di kawasan Panampung dengan area parkir yang terbatas. Oleh karena itu, pihaknya terus berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan dan PD Parkir agar pengelolaan parkir tetap tertib.

 

“Kami selalu terbuka terhadap masukan dari Dinas Perhubungan dan PD Parkir. Koordinasi terus kami lakukan agar parkir tetap lancar,” katanya.

 

Sebagai bentuk pelayanan, pihak rumah makan juga menambah jumlah petugas parkir untuk mempercepat pelayanan kepada pelanggan.

 

“Kami menyediakan lima tukang parkir agar pengunjung bisa dilayani dengan cepat,” jelasnya.

 

Tak hanya itu, pemilik usaha juga mengaku memberikan subsidi tambahan kepada para petugas parkir.

 

“Selain setoran, kami juga menambah dari uang pribadi untuk kebutuhan mereka seperti rompi, topi, sepatu, baju, bahkan rokok agar mereka lebih rapi dan semangat bekerja,” tuturnya.

 

Sebagai bentuk tanggung jawab sosial, pihak RM Lango-Lango juga rutin melakukan pengerukan saluran drainase di sekitar lokasi usaha.

 

“Kami juga melakukan pengerukan got setiap bulan karena kami menggunakan sedikit bahu jalan,” tambahnya.

 

Usaha yang awalnya hanya memiliki dua meja itu kini telah berkembang pesat dengan jumlah pekerja mencapai sekitar 40 orang.

 

“Dari awalnya kecil, sekarang alhamdulillah sudah berkembang. Saat ini baru satu cabang, tetapi ke depan kami berencana menambah cabang,” pungkasnya.

Kategori :