GOWA,HARIAN DISWAY ----- Pemerintah Kabupaten Gowa komitmen mendorong penguatan kapasitas organisasi kemasyarakatan dalam mendukung stabilitas daerah dan agenda pembangunan.
Peran serta ormas dianggap krusial dalam menciptakan penguatan peran sosial di tengah masyarakat dalam mendukung pembangunan berkelanjutan.
Hal itu diungkapkan Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang dalam pembukaan Musyawarah Cabang atau Muscab X FKPPI di Baruga Tinggimae, Rumah Jabatan Bupati Gowa, Sabtu (4/4/2026).
Bupati perempuan itu menyampaikan, Gowa membutuhkan energi persatuan dari pelbagai elemen termasuk ormas seperti FKPPI dalam mendukung stabilitas daerah serta agenda pembangunan berbasis masyarakat.
"Kabupaten Gowa membutuhkan energi persatuan. Organisasi seperti FKPPI diharapkan menghadirkan kader yang berorientasi pada kepentingan masyarakat serta mampu menjaga ruang publik tetap kondusif,” ujar Talenrang.
Ia melihat FKPPI Gowa memiliki basis nilai yang kuat dan dapat berkontribusi dalam menjaga kohesi sosial. Oleh karena itu, isteri Khaerul Aco itu menekankan bahwa forum Muscab FKPPI Gowa ini memiliki fungsi strategis dalam memastikan arah gerak organisasi tetap relevan dengan kebutuhan daerah.
Meski demikian, ia menegaskan pentingnya relasi yang konstruktif antara pemerintah daerah dan organisasi. Untuk itu, lanjut Talenrang, pemerintah membuka ruang kolaborasi, namun tetap menempatkan independensi organisasi sebagai prasyarat penting dalam menjaga kualitas kontribusi.
“Kami membuka ruang kemitraan yang luas. Namun organisasi juga perlu menjaga sikap kritis dan integritas agar mampu memberi masukan yang berbasis kepentingan publik,” tukasnya.
Dalam konteks dinamika internal organisasi, Bupati Talenrang juga mengingatkan pentingnya menjaga soliditas pasca proses muscab. Perbedaan pilihan dipandang sebagai bagian dari proses demokrasi yang harus dikelola dengan kedewasaan.
“Soliditas organisasi menjadi faktor kunci. Siapapun yang terpilih harus didukung bersama, sementara seluruh kader tetap menjadi kekuatan kolektif yang produktif bagi masyarakat,” imbuhnya.
Wakil Ketua FKPPI Sulawesi Selatan, Iskandar Lathief menilai Muscab ini sebagai momentum strategis untuk memperkuat konsolidasi organisasi di tingkat kabupaten serta memastikan kesinambungan kepemimpinan yang adaptif terhadap tantangan daerah.
“Muscab harus menghasilkan kepemimpinan yang mampu menjaga soliditas internal sekaligus memperkuat kontribusi nyata organisasi di tengah masyarakat, terutama dalam menjaga stabilitas dan mendukung pembangunan daerah,” katanya.
"Melalui Muscab ini, diharapkan lahir kepemimpinan yang mampu mengarahkan organisasi pada peran yang lebih konkret, baik dalam menjaga stabilitas sosial maupun dalam mendukung program pembangunan daerah secara berkelanjutan," tambahnya.(rus)