DISWAY, SULSEL — Pendataan Perlindungan Sosial (Perlinsos) Digital di Kota Makassar naik signifikan dalam beberapa pekan terakhir. Dari sebelumnya berada di peringkat 38, Makassar kini menempati peringkat 20 dari 43 kabupaten/kota yang mengikuti piloting nasional, dengan 138.237 kepala keluarga (KK) atau 29,72 persen dari total sasaran telah terdata.
Kota Makassar juga masuk dalam 10 daerah paling aktif dalam pelaksanaan pendataan Perlinsos Digital. Makassar berada di peringkat ketujuh dan menjadi satu-satunya daerah dari Sulawesi Selatan yang masuk dalam daftar tersebut.
Kepala Dinas Sosial Kota Makassar, Andi Bukti Djufrie, mengatakan peningkatan tersebut tidak terlepas dari penguatan teknis pendataan serta keterlibatan camat, lurah, hingga RT/RW yang turun langsung ke lapangan.
“Per tanggal 1 Agustus, kita berada di posisi 38 dari 43. Setelah kita laksanakan pertemuan teknis bagaimana pendataan ini. Alhamdulillah saat ini, kita sudah bisa naik ke peringkat 20,” kata Andi Bukti, Selasa (1/9/2026).
Menurutnya, dari total 465.207 KK yang menjadi sasaran, sebanyak 138.237 KK telah masuk dalam sistem atau mencapai 29,72 persen.
“Dari hasil ini, Makassar diberi apresiasi. Dari 10 daerah paling aktif, kita berada di urutan ke-7. Sulawesi Selatan itu hanya Kota Makassar yang masuk,” ujarnya.
Appi Minta Agen Perisai Dikawal
Menindaklanjuti peningkatan tersebut, Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin meminta jajaran pemerintah di tingkat kecamatan dan kelurahan memperkuat pengawasan terhadap Agen Perlinsos atau Agen Perisai.