DISWAY, MAROS — Pemerintah Kabupaten Maros mengawali tahun anggaran 2026 dengan catatan performa fiskal yang menjanjikan. Memasuki medio triwulan pertama, pundi-pundi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan retribusi daerah telah terkumpul sebanyak Rp79 miliar.
Angka ini mencerminkan realisasi sebesar 22,55 persen dari target besar Rp352 miliar, sebuah sinyal positif bagi keberlanjutan akselerasi pembangunan di "Butta Salewangang".
Bupati Maros, Chaidir Syam, menilai progres tersebut sudah berada pada jalur yang tepat untuk memenuhi target normal periodik. Hal ini diungkapkannya saat memimpin rapat koordinasi evaluasi pendapatan di Ruang Marusu, Kantor Bupati Maros, Senin (13/4/2026).
"Secara umum trennya sangat positif. Sudah 22 persen, dan ini akan terus kita maksimalkan,” ujar Chaidir Syam.
Dalam evaluasi tersebut, terungkap bahwa sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) mencatatkan rapor yang bervariasi. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) tampil sebagai yang paling progresif dengan capaian melampaui 40 persen.
Sebaliknya, beberapa sektor seperti pariwisata masih dalam tahap akselerasi awal tahun. Namun, Bupati meyakini potensi besar masih akan terus mengalir dari ikon wisata daerah.
“Namun jika memasukkan kontribusi dari Bantimurung, angkanya dapat meningkat hingga di kisaran 20 persen,” tambahnya.
Meski demikian, tantangan besar masih ditemukan pada sektor Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) yang baru terealisasi 4,84 persen. Kendala utama disinyalir karena banyaknya pemilik lahan yang berdomisili di luar daerah, khususnya untuk objek pajak di wilayah pedalaman.
Selain itu, sektor pertanian dan perdagangan juga menghadapi dinamika teknis. Di bidang pertanian, petugas seringkali harus melakukan sistem jemput bola ke lokasi peternak warga untuk optimalisasi retribusi.
Sementara di sektor perdagangan, pola pembayaran sewa kios yang umumnya dilakukan per semester menyebabkan penumpukan pendapatan baru akan terlihat di pertengahan tahun.
Sebagai langkah penutup, Chaidir juga menyoroti potensi pendapatan dari fasilitas kesehatan di wilayah kecamatan yang sedang dalam proses akreditasi BPJS. Ia berharap setelah seluruh administrasi rampung, kontribusi dari sektor layanan kesehatan akan semakin memperkuat struktur PAD Maros di triwulan mendatang