Ketahanan Pangan Tak Harus Dimulai dari Sawah
--
Oleh: Mashud Azikin
DISWAY, SULSEL - Ketahanan pangan sering kali dibayangkan sebagai urusan sawah yang luas, lumbung yang penuh, atau kebun yang membentang jauh dari pusat kota. Padahal, di tengah kota yang semakin padat dan harga tanah yang terus meningkat, ketahanan pangan dapat dimulai dari ruang yang jauh lebih sederhana: dapur, pot tanaman, halaman sempit, dan lorong.
Pagi di Lorong Cerekang, Kamis (4/9/2026), tidak dimulai dengan sesuatu yang spektakuler.
Tidak ada hamparan sawah. Tidak ada kebun luas. Tidak ada traktor yang bergerak di antara tanaman. Yang ada adalah lorong kota dengan rumah-rumah yang berdempetan, ruang yang terbatas, dan kehidupan warga yang berlangsung seperti biasa.
Namun, di tengah keterbatasan itu, tumbuh sesuatu yang lebih penting daripada sekadar tanaman.
Pot-pot cabai dan jahe mulai mengisi ruang. Rak vertikal memanfaatkan bagian lorong yang sebelumnya tidak produktif. Komposter ditempatkan untuk mengolah sisa dapur. Tempat sampah terpilah dan timbangan bank sampah disiapkan untuk mengubah limbah menjadi sumber daya.
Lorong itu sedang belajar menjadi kebun.
Sumber:

