Ketahanan Pangan Tak Harus Dimulai dari Sawah
--
Kota kemudian tumbuh sebagai konsumen besar. Makanan masuk setiap hari, tetapi sisa makanan juga keluar setiap hari. Sebagian berakhir sebagai sampah dan menambah beban pengelolaan perkotaan.
Padahal, sisa nasi, kulit buah, sayuran, dan bahan organik dari dapur masih memiliki nilai. Ketika dibuang bercampur dengan sampah lain, sumber daya tersebut berubah menjadi beban. Sebaliknya, ketika dipilah dan diolah, ia dapat kembali menjadi bagian dari siklus kehidupan.
Komposter mengubah sisa organik menjadi bahan yang dapat dimanfaatkan untuk tanaman. Ecoenzyme juga menjadi salah satu bagian dari pendekatan pengelolaan bahan organik yang dikembangkan dalam program tersebut.
Dari dapur, bahan organik kembali ke tanah.
Dari tanah, tumbuh cabai dan jahe.
Dari tanaman, pangan kembali ke meja makan.
Siklus itu sederhana. Namun, justru kesederhanaannya yang penting.
Sumber:

