Ketahanan Pangan Tak Harus Dimulai dari Sawah
--
Sebab, keberlanjutan sering kali bukan persoalan teknologi yang rumit, melainkan kemampuan manusia mengembalikan sesuatu ke dalam siklus yang bermanfaat.
Lorong Bukan Sekadar Jalan
Tenaga Ahli Wali Kota Makassar Bidang Urban Farming, Andi Fadly Arifuddin, melihat lorong sebagai ruang yang selama ini menyimpan potensi besar.
“Ketika sampah dapur diolah di tingkat rumah tangga menjadi pupuk, kemudian lorong-lorong dimanfaatkan secara optimal dengan tanaman produktif seperti cabai dan jahe, warga tidak lagi sekadar menjadi konsumen, tetapi juga produsen pangan mandiri di pekarangannya sendiri,” katanya.
Pernyataan itu membawa kita pada pertanyaan yang lebih mendasar: seberapa produktif sebuah kota memanfaatkan ruang hidupnya?
Selama ini, lorong sering dipahami sebagai ruang sisa. Ia hanya menjadi jalan untuk keluar-masuk rumah.
Padahal, dengan pendekatan yang tepat, lorong dapat menjadi taman, kebun, ruang interaksi sosial, sekaligus ruang produksi pangan.
Tidak harus luas.
Sumber:

