Ketahanan Pangan Tak Harus Dimulai dari Sawah
--
Lebih dari itu, ia sedang belajar menjadi sebuah ekosistem kecil.
Perubahan tersebut merupakan bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Ketahanan Pangan Agro Urban Madani PNM 2026 yang dilaksanakan PT Permodalan Nasional Madani (PNM) bersama Yayasan Butta Porea di Kawasan Rumah Pintar PNM Sungai Cerekang, RW 03, Kelurahan Gaddong, Kecamatan Bontoala, Makassar.
Dalam program tersebut, PNM menyalurkan komposter aerob, komposter rumah tangga, 100 liter ecoenzyme, tempat sampah anorganik terpilah, timbangan bank sampah, serta 200 pot tanaman produktif yang terdiri atas 100 pot cabai dan 100 pot jahe.
Sekilas, semua itu mungkin terlihat sebagai bantuan sarana.
Tetapi gagasan di baliknya jauh lebih besar: bagaimana sebuah lorong dapat memenuhi sebagian kebutuhan pangannya sekaligus mengolah kembali sesuatu yang selama ini dianggap sebagai sampah.
Dapur sebagai Titik Awal
Barangkali kita terlalu lama membayangkan pertanian sebagai sesuatu yang harus berlangsung jauh dari rumah.
Sawah ada di desa. Kebun berada di pinggir kota. Pasar menjadi tempat bertemunya petani dan konsumen.
Sumber:

