Barangkali itulah sebabnya judul buku tersebut terasa semakin relevan.
Buku itu memang untuk anak-anak.
Namun, pelajarannya ternyata untuk kita, orang dewasa.
Bahwa menjaga lingkungan bukan hanya soal membersihkan sampah dari pantai.
Kadang-kadang, kita juga harus membersihkan ruang publik dari kebiasaan meminjam nama, menyalahgunakan kewenangan, dan mengubah kepercayaan menjadi transaksi.
Sebab, kota yang bersih bukan hanya kota yang pantainya bebas sampah.
Kota yang bersih adalah kota yang kekuasaannya juga bersih.
Dan anak-anak berhak tumbuh di dalamnya.