"Semua poin-poin sudah terpenuhi, sudah layak, kita serahkan ke pihak panitia Pemkot, dalam hal ini Pak Wali untuk menentukan pilihan mana yang paling representatif mewakili Hari Jadi Kota Makassar sesuai tema yang dibuat oleh Pemerintah Kota Makassar," ujarnya.
Menariknya, ia menegaskan seluruh peserta yang masuk dalam proses perancangan akan mendapatkan fee desain.
Hal tersebut menjadi salah satu prinsip ADGI untuk menolak praktik speculative work atau pekerjaan desain yang dilakukan tanpa kepastian kompensasi.
"Siapa pun yang menang, semua dapat fee desain. Beda kalau sayembara terbuka, orang kirim, yang tidak menang tidak dapat apa-apa," sebutnya.
"Sementara kita di ADGI menolak istilah speculative work, kerjaan yang Anda mendesain kemudian tidak dibayar," sambung dia.
Selain menghasilkan identitas visual Hari Jadi Kota Makassar, proses tersebut juga diharapkan menjadi ruang pengembangan talenta kreatif lokal.
"Minimal dalam proses kuratorial, teman-teman secara level, standar, dan skill-nya bisa naik," tukasnya.
Informasi lengkap mengenai ketentuan dan mekanisme submisi sayembara dapat diakses melalui akun Instagram ADGI Chapter Makassar, @adgi_makassar, serta media sosial Dinas Pariwisata Kota Makassar. (*)