DISWAY, MAKASSAR -- Seribuan mahasiswa dari empat lembaga kemahasiswaan menggelar unjuk rasa di Kantor DPRD Provinsi Sulsel. Mereka menolak PT.Antam mengelola tambang di Luwu Timur (Lutim). Empat lembaga kemahasiswaan tersebut berasal dari Universitas Islam Negeri (UIN) yang tergabung dalam GDPS (Gerakan Demokrasi Pemuda Sulawesi), mahasiswa Universitas Negeri Makassar (UNM) tergabung dalam APPM (Aliansi Pemuda Pemerhati Masyarakat), Asosiasi Pelajar Mahasiswa Indonesia (APMI), dan Asosiasi Mahasiswa dan Masyarakat Luwu Timur (AMML). Aksi ini merupakan bagian dari upaya mahasiswa menyuarakan aspirasi terkait berakhirnya kontrak karya PT. Vale dan pelepasan lahan tambang di Luwu Timur untuk lahan Pongkeru, Bulu Balang, dan Lingke Utara seluas 6.800 Ha. Mereka menegaskan bahwa lahan-lahan tersebut adalah harta kekayaan milik daerah yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal untuk tambang nikel. "Surat permohonan Wilayah Izin Usaha Pertambangan Khusus (WIUPK) yang diusulkan oleh Gubernur Sulawesi Selatan dan Bupati Luwu Timur telah diterima oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), ini merupakan pertanda bahwa besar harapan pemerintah daerah setempat untuk minat WIUPK Eksplorasi," tegas Baday selaku Koordinator Gerakan Demokrasi Pemuda Sulawesi (GDPS). Untuk itu, mahasiswa dan masyarakat Luwu Timur mendesak DPRD Provinsi Sulawesi Selatan menyuarakan aspirasi tersebut ke Ketua DPR-RI agar hasil Rapat Dengar Pendapat (RDP) dan usulan WIUPK untuk tambang Luwu Timur tetap dilanjutkan demi kepentingan daerah Sulawesi Selatan, khususnya Luwu Timur. Mereka juga meminta kepada Presiden RI melalui Kementerian ESDM agar tambang di Luwu Timur seluas 6.800 Ha hanya dilelang terbatas kepada BUMD milik pemerintah daerah, yakni Perusda Sulsel dan Perusda Luwu Timur. "Kami juga meminta kepada PT. Antam agar lahan seluas 454.000 Ha, sudah cukup luas untuk dikelola dan segera menghentikan keserakahan untuk menguasai tambang yang hanya 6.800 Ha di Luwu Timur. Biarkan lahan tersebut seharusnya menjadi hak milik Sulawesi Selatan," sambung Duhar selaku Asosiasi Pelajar Mahasiswa Indonesia (APMI). Aksi ini merupakan bagian dari upaya masyarakat dan mahasiswa untuk mendorong pengelolaan tambang nikel yang adil dan memberikan manfaat maksimal bagi daerah setempat. Aksi di DPRD diterima oleh Wakil Ketua DPRD Sulsel Syahruddin Alrif dan berkomitmen untuk meneruskan aspirasi ini kepada Presiden RI, DPR-RI dan Menteri ESDM. Setelah diterima langsung oleh DPRD Sulsel ratusan massa menuju kantor PT. Antam, mereka menuntut agar PT. Antam tidak lagi mengelola lahan yang sedikit tersebut di Luwu Timur. Sudah cukup banyak lahan WIUPK tambang yang dikelola jangan lagi menyerobot hak daerah agar BUMD dan pengusaha lokal yang ada di Sulawesi Selatan dapat berdaya untuk memaksimalkan kekayaan tanah air Sulsel. (#)
Ribuan Mahasiswa Desak Tambang di Lutim Dikelola BUMD
Rabu 20-09-2023,17:34 WIB
Reporter : Muhammad Seilessy
Editor : Muhammad Seilessy
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Selasa 01-09-2026,07:44 WIB
Stadion Untia, Janji Politik, dan Warisan untuk Makassar
Selasa 01-09-2026,10:46 WIB
Munafri Percepat Sertifikasi 4.656 Bidang Tanah Aset Pemkot Makassar
Selasa 01-09-2026,15:35 WIB
Kebakaran Asrama Kodam Mattoanging, 35 Rumah Terdampak, Dugaan Api Muncul Setelah Listrik Menyala
Selasa 01-09-2026,10:56 WIB
Pesta Rakyat Panakkukang, Appi Dorong Belanja Pemerintah ke UMKM Lokal
Selasa 01-09-2026,10:51 WIB
Disdik Makassar Bantah Ada Pemaksaan Pembelian Buku 'Jelajah Hijau'
Terkini
Rabu 02-09-2026,01:20 WIB
Shopee 9.9 x Naykilla & Tenxi Viral, Sound HipDut Dipakai Ribuan Video TikTok
Selasa 01-09-2026,23:23 WIB
Appi Kenang Tragedi DPRD Makassar, Tekankan Pentingnya Koordinasi Antar-Forkopimda
Selasa 01-09-2026,20:55 WIB
Merugi Imbas Pemadaman Listrik, Azwar Rasmin: Warga Berhak Dapat Kompensasi
Selasa 01-09-2026,19:47 WIB
48 Mahasiswa Baru AK-Manufaktur Bantaeng Mulai Pendidikan Vokasi, Siap Hadapi Dunia Industri
Selasa 01-09-2026,19:38 WIB