Sorotan DPRD muncul setelah beredar informasi mengenai pengunduran diri sejumlah kepala SMA dan SMK Negeri yang berada di bawah kewenangan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan.
Pengunduran diri itu disebut terjadi secara bersamaan dan diduga berkaitan dengan adanya arahan atau intervensi dari pihak tertentu.
Seorang kepala sekolah di Kota Makassar yang meminta identitasnya dirahasiakan mengaku menerima instruksi untuk menyampaikan surat pengunduran diri bersama kepala sekolah lainnya.
“Disuruh lagi teman-teman kepsek mengundurkan diri,” ujarnya, Jumat (5/6/2026).
Menurutnya, arahan tersebut muncul melalui grup WhatsApp yang beranggotakan kepala SMA dan SMK Negeri Sulsel pada Kamis (4/6/2026).
Bahkan, format surat pengunduran diri disebut sudah disiapkan dan dibagikan secara digital.
Ia menjelaskan, para kepala sekolah diminta mengirimkan surat pengunduran diri dalam format PDF melalui WhatsApp sebelum menyerahkan dokumen fisik ke Kantor Dinas Pendidikan Sulsel di Jalan Perintis Kemerdekaan, Makassar.
“Sesuai petunjuk kalau bisa besok pagi adami semua surat pengunduran diri,” katanya menirukan isi pesan yang diterima.