“Pendidikan berlangsung, tetapi setelah SMP dan SMA, ketika mereka mau bekerja, ternyata kemampuan yang dimiliki tidak persis sama dengan lapangan kerja yang terbuka di Makassar,” ujarnya.
Untuk itu, CIDES berencana mengkaji kebutuhan tenaga kerja Kota Makassar dalam dua hingga tiga tahun ke depan.
Hasil kajian tersebut nantinya dapat menjadi masukan bagi pemerintah dalam menyusun kebijakan pendidikan, termasuk menentukan kompetensi yang perlu diperkuat pada tingkat SMA maupun perguruan tinggi.
“Makassar ini kota jasa, maka kita perlu melihat lapangan kerja yang terbuka dua sampai tiga tahun ke depan seperti apa,” tuturnya.
“Dari situ kita bisa melihat apakah pendidikan yang ada sudah sesuai dengan kebutuhan pekerjaan,” lanjut Hamid.
Siap Mulai dalam 100 Hari
Selain tiga isu tersebut, pertemuan dengan Wali Kota Makassar juga membahas penataan kota, relokasi, pengelolaan sampah, pengembangan urban farming, hingga pembangunan stadion.
Hamid mengatakan, berbagai program pembangunan tersebut membutuhkan dukungan data dan kajian sekaligus partisipasi masyarakat agar dapat berjalan optimal.