Salah satu upaya yang didorong adalah penguatan bank sampah. Pemerintah tidak hanya melihat sampah anorganik sebagai komoditas yang memiliki nilai jual, tetapi juga mendorong pengolahan sampah organik.
Menurut Munafri, sampah organik dapat diolah menjadi kompos untuk kebutuhan pertanian maupun penghijauan.
“Tidak hanya sampah anorganik yang bisa dijual-belikan, ke depannya juga sampah organik setelah melalui hasil proses yang akhirnya menjadi kompos,” ungkapnya.
Ia bahkan membuka peluang agar pemerintah dapat membeli hasil pengolahan sampah organik untuk digunakan sebagai pupuk bagi tanaman yang dikelola pemerintah.
“Ini nanti akan menjadi bagian dari kewajiban pemerintah mungkin membeli dari sampah ini sebagai pupuk untuk tanaman-tanaman yang ditanam oleh pemerintah,” katanya.
Selain itu, hasil pengolahan sampah organik diharapkan dapat dimanfaatkan masyarakat untuk mendukung pengembangan pertanian modern di tingkat bawah.
“Dan dipakai masyarakat untuk bagaimana mengantisipasi yang namanya pertanian modern di tingkat bawah,” lanjutnya.
Munafri juga memaparkan sejumlah program berbasis masyarakat yang tengah dikembangkan di tingkat kelurahan. Salah satunya rencana menjadikan Kelurahan Balla Parang sebagai kelurahan tematik berbasis herbal.