Terlepas dari itu, Hajime Moriyasu menyebut, jumpa Brazil di fase gugur Piala Dunia 2026 sebagai tantangan.
'Kami akan bermain melawan tim Brasil yang sangat ingin menang. Saya menantikannya," tandasnya.
Yang jadi sedikit pemikiran Hajime, Jepang akan jauh berbeda dari tim yang mengejutkan Brasil Oktober lalu.
Dimana, Jepang akan kehilangan empat pemain pilar. Yakni kapten Wataru Endo, pemain sayap Kaoru Mitoma dan Takefusa Kubo, serta penyerang Takumi Minamino yang mencetak gol dalam kemenangan atas Brazil delapan bulan lalu.
Khusus Takefusa Kubo, ia masih belum berlatih penuh karena cedera lutut, sehingga penampilannya di babak 32 besar dianggap sangat tidak mungkin.
Pilar lain seperti Daizen Maeda, Ayase Ueda, Daichi Kamada, hingga bek tengah Ko Itakura dalam kondisi siap tempur dan bertekad membantu Jepang meraih kemenangan perdananya di babak sistem gugur Piala Dunia.
Itakura sebelumnya digantikan di menit 39 melawan Swedia, tetapi sudah berlatih kembali jelang babak sistem gugur ini.
"Ya, mungkin ini memang pertandingan terbesar yang pernah kami hadapi di Piala Dunia," ujar Presiden Asosiasi Sepak Bola Jepang (JFA) Tsuneyasu Miyamoto dikutip dari Reuters.
Meski menghadapi tim tersukses di Piala Dunia, ia menganggap Timnas Brasil sama saja dengan lawan-lawan lain. Mantan bintang Jepang era 2000-an itu melihat kepercayaan diri para pemain sedang berada di level tinggi.
'Seluruh pemain dan tim memiliki rasa percaya diri, bahkan ketika harus menghadapi Brasil. Kami benar-benar menantikan pertandingan ini," jelasnya.
Dari kubu Brazil, sorotan di laga besar ini akan kembali tertuju pada Vinicius Junior. Penampilan apik Vinicius yang sudah mencetak empat gol diharapkan berlanjut saat menghadapi runner up Grup F, Jepang.
Sayap Real Madrid itu kini menjadi satu dari lima pemain Brasil yang mencetak gol di setiap pertandingan babak penyisihan grup Piala Dunia.
Sebelumnya, pemain Brazil yang melakukannya ialah Jairzinho pada Piala Dunia 1970, Romario edisi Piala Dunia 1994, serta Ronaldo dan Rivaldo pada Piala Dunia 2002 dengan Selecao memenangkan gelar di akhir turnamen.
Sejak Piala Dunia 1982 di Spanyol, Brasil yang merupakan pemilik lima gelar belum pernah gagal lolos ke babak knockout.
Pelatih Brazil, Carlo Ancelotti menyampaikan, timnya sekarang berada di jalur yang sama untuk bertemu juara bertahan Argentina dalam semifinal yang sangat menarik.
Hanya, sebelum berpikir tentang Argentina atau Pantai Gading dan Norwegia yang menjadi lawan berikutnya jika lolos ke babak 16 besar, Brasil harus menjinakkan Samurai Biru terlebih dulu. Tentu, itu tidak akan mudah.