Stadion Untia, Janji Politik, dan Warisan untuk Makassar

Selasa 01-09-2026,07:44 WIB
Oleh: Fuad

Bukan patung.

 

Bukan nama jalan.

 

Bukan prasasti.

 

Melainkan manfaat yang tetap hidup ketika orang yang membangunnya sudah tidak lagi berkuasa.

 

Tentu saja, Munafri Arifuddin bukan pemimpin tanpa kekurangan. Tidak ada pemimpin yang demikian.

 

Setiap kebijakan tetap layak diuji. Setiap anggaran harus diawasi. Setiap pembangunan harus dikritisi agar tidak menyimpang dari tujuan awal.

 

Namun, mengawasi pemerintah bukan berarti menutup mata terhadap keberhasilan.

 

Demokrasi yang sehat membutuhkan dua keberanian sekaligus: keberanian mengkritik ketika pemerintah keliru dan keberanian mengakui ketika pemerintah berhasil.

 

Kategori :