Stadion Untia, Janji Politik, dan Warisan untuk Makassar

Selasa 01-09-2026,07:44 WIB
Oleh: Fuad

Pejabat, pekerja, pedagang, pengusaha, mahasiswa, nelayan, dan anak-anak muda dapat berada dalam ruang yang sama. Ketika gol tercipta, satu kata dapat menggema dari ribuan suara: gol!

 

Dalam beberapa detik, perbedaan sosial yang biasanya terlihat dalam kehidupan sehari-hari menjadi tidak penting.

 

Di situlah olahraga menunjukkan kekuatannya. Olahraga bukan hanya persoalan fisik dan kompetisi. Ia juga menyediakan ruang bagi manusia untuk merasa menjadi bagian dari sesuatu yang lebih besar daripada dirinya sendiri.

 

Di tengah kota yang semakin padat, cepat, dan individualistis, ruang semacam itu semakin penting.

 

Sebab, manusia membutuhkan tempat untuk bertemu, bukan hanya tempat untuk bekerja dan bertransaksi.

 

Karena itu, keberhasilan seorang pemimpin tidak semestinya hanya diukur dari berapa banyak proyek yang dibangun. Yang lebih penting adalah kehidupan seperti apa yang hendak diciptakan melalui pembangunan tersebut.

 

Apakah kota hanya menjadi tempat orang bekerja dan tidur? Ataukah kota juga menjadi tempat warganya merasa memiliki?

 

Apakah pembangunan hanya mengejar pertumbuhan ekonomi? Ataukah pembangunan juga menyediakan ruang bagi olahraga, kebudayaan, komunitas, anak muda, dan kehidupan sosial?

 

Kategori :